Tagar #PercumaLaporPolisi Viral, Akademisi Untirta: Harusnya Jadi Bahan Evaluasi -->

Tagar #PercumaLaporPolisi Viral, Akademisi Untirta: Harusnya Jadi Bahan Evaluasi

, 10/11/2021 06:48:00 PM

 

Ilustrasi #PercumaLaporPolisi/Alfikh/vnn.co.id.

Vnn.co.id, Tangerang - Kasus pelecehan seksual terhadap 3 orang anak yang terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan saat ini tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat di media sosial. Pelecehan yang dilakukan oleh seorang aparatur sipil negara yang merupakan ayah kandung dari korban mengundang perhatian masyarakat setelah kasus ini dipublikasi dan disebar oleh beberapa media massa.

 

Kasus ini ramai dibahas di berbagai media sosial oleh warganet dengan tagar #PercumaLaporPolisi yang kemudian menjadi viral di media sosial, seperti Twitter, Instagram hingga TikTok. Penggunaan tagar tersebut disebabkan karena kurangnya upaya pihak kepolisian dalam menuntaskan kasus pelecehan seksual terhadap 3 orang anak dib awah umur tersebut setelah ibu dari korban memberikan laporannya.

 

Dilansir dari projectmultatuli.org pada Senin (11/10), menjelaskan bahwa pelecehan seksual ini diketahui oleh ibu korban setelah anak bungsunya berteriak bahwa kakaknya mengeluh kesakitan di bagian vaginanya. Lalu, ibu korban pun menghampiri anaknya dan meminta anaknya menjelaskan apa yang terjadi, ketiga anaknya pun mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan oleh ayahnya.

 

Pada Oktober 2019, ibu korban pun mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk meminta perlindungan dan pendampingan ke kepolisian, tetapi akhirnya ibu korban pun datang sendirian ke Polres Luwu Timur untuk melapor. Namun, pihak kepolisian menghentikan proses penyelidikan dengan alasan kondisi kesehatan mental pelapor, yaitu ibu korban, dan kurangnya bukti setelah melakukan interogasi, visum, dan pemeriksaan di Biddokkes Polda Sulsel.

 

Kasus ini membuat masyarakat merasa prihatin dan juga emosi atas apa yang terjadi baik pada korban maupun ibu korban. Banyak masyarakat yang menyampaikan kepeduliannya terhadap korban dan ibu korban melalui media sosialnya, dengan meramaikan tagar #PercumaLaporPolisi berharap agar kasus ini kembali diselidiki, sehingga pelaku mendapatkan hukuman yang sepantasnya.

 

“Kasus pelecehan seksual ini memang memprihatinkan dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Memviralkan masalah ini dalam bentuk tagar merupakan gerakan sosial yang bisa menggugah kepeduliaan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan kasus ini,” jelas Mia Dwianna, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam keterangan tertulisnya pada Senin (11/10).

 

Dilansir dari cnnindonesia.com (11/10), pihak Kapolres Luwu Timur mendatangi kediaman ibu korban pada Jumat (08/10) dan berjanji akan melanjutkan kasus tersebut hingga tuntas, di mana laporan tersebut sempat dihentikan penyelidikannya pada Desember 2019. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian meminta untuk segera memberikan bukti–bukti dari kasus dugaan pelecehan seksual tersebut agar kasus dapat dibuka kembali.

 

Meskipun kasus pelecehan seksual terhadap 3 anak tersebut telah mendapat kabar baikakan diselidiki kembali oleh pihak Kepolisian Luwu Timur, tetap saja, warganet masih meramaikan tagar #PercumaLaporPolisi dengan kisah-kisah mereka yang merasa dikecewakan oleh kinerja kepolisian.

 

“Harusnya ini jadi bahan evaluasi pemerintah dan kepolisian. Bahan intropeksi atas kinerja kepolisian,” ujar Mia.

 

Rep: Alfi Khaerotunnisa

Red: Mega

TerPopuler

close