Kini Pukul :

Dewan Diduga "Main Mata Dan Tidak Becus" Mediasi. Camat Cileungsi Zaenal Ashari Bungkam Soal Jalan Ditutup.

Jalan Warga Yang Ditutup Metland Cileungsi.
Vnn.co.id, Kabupaten Bogor — Persoalan penutupan jalan warga Kampung Sawah, RT/RW. 006/002, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor tak kunjung rampung, pasalnya pihak Perusahaan dalam hal ini Metland Cileungsi sudah berniat baik untuk memberikan kompensasi dengan mengganti lahan fasilitas sosial (fasos) dan atau fasilitas umum (fasum).

Namun, warga yang setiap harinya beraktivitas menggunakan jalan tersebut selama puluhan tahun ini merasa terganggu dan dirugikan, mengingat ketika harus memutar jalan ke arah selatan atau melalui depan jalan utama samping Rumah Sakit Hermina Cileungsi.

Mediasi pun dilakukan untuk menyelesaikan persoalan oleh pihak Pemerintah Desa, Kecamatan dan Anggota Dewan Dapil 2, sementara pihak Metland diwakili Kuasa Hukum dan team Pengelola dari Perusahaan Perumahan Metropolitan Land (Metland) Cileungsi pada Kamis, (19/12/2019) di Kantor Kecamatan Cileungsi.

Salahsatu poin yang mendasar dari pertemuan tersebut adalah warga tetap ingin jalan akses tersebut dibuka dan akhirnya pihak management menunda perundingan tersebut satu pekan kedepan. Namun, sampai berita ini dipublikasikan pada Minggu, (19/01/2020) jalan masih belum dapat di akses oleh warga kampung sawah.

Sebelumnya pada Jumat, dua hari lalu awak vnn.co.id sudah mengunjungi lokasi penutupan jalan tersebut dan benar saja jalan masih ditutup oleh tembok arkon pembatas setinggi kurang lebih 3 meter.

Penelusuran pun dilakukan dengan menghubungi salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan.

"Warga mah cuma ingin buka jalan, kalau dewan tidak becus mediasi untuk buka jalan, berarti percuma punya dewan" Jelasnya saat dihubungi via telp oleh awak vnn.co.id Jumat, (17/01/2020).

Tambahnya,
"Ini kayak main mata antara pihak perusahaan dengan dewan, kenapa keputusan mesti ditunda seminggu kedepan dari hasil rapat dikecamatan dan sampai sekarang jalan masih ditutup, ada apa dengan dewan dapil 2?" Ungkapnya.

Menyikapi rilisan berita dengan Judul (Anggota Dewan Dapil 2 Diduga "Main Mata Dan Tidak Becus" Mediasi Buka Jalan Warga Yang Ditutup Metland Cileungsi) sejumlah anggota dewan langsung merespon dan menjelaskan titik dari dugaan yang tidak benar itu.

Achmad Fathoni dari fraksi PKS menjelaskan bahwa hal ini sudah menjadi kontrol langsung pihak eksekutif yakni Camat dan Kades, Dewan sudah membantu dampingi dalam pertemuan desember silam.
Anggota Dewan Saat Di Lokasi. (Fhoto: Anggi)
"Pertama kita tahu bahwa Metland punya bukti-bukti hukum tentang penguasaan mereka terhadap tanah itu, dewan bersama-sama mendesak agar Metland bijak menyikapi hal ini dengan mengupayakan adanya akses untuk warga walau pun untuk space motor dan Pihak Metland berjanji akan mengusahakan itu dalam pertemuan" Terang Dewan yang baru dilantik Agustus tahun lalu ini.

Masih Achmad Fathoni, "Karena yang mewakili Metland bukan pimpinan langsung, maka disepakati diberi waktu 1 (satu) pekan untuk Metland membicarakannya dengan pimpinan dan merumuskan bersama Camat dan Kades untuk jalur akses warga" Beber Achmad Fathoni saat komunikasi lewat Whatsapp.

Dirinya juga meminta agar ini menjadi perhatian khusus bagi Camat Cileungsi Zaenal Azhari dalam memonitoring persoalan warga yang cukup krusial ini.
Whatsapp Anggota Dewan
Kepada Camat Cileungsi.
"Kami sudah menunjukkan jalur alternatif yang bisa dibuat jalan samping pagar, kami meminta Pak Camat untuk memonitor ini dan kemudian memfasilitasi pertemuan dalam rangka mewujudkannya" Pungkas Achmad Fathoni.

Hal senada juga disampaikan H. Adi Suwardi, Anggota DPRD Kabupaten Bogor 2 Periode itu mengatakan belum ada kesepakatan menyoal penutupan jalan itu.

"Ada beberapa alternatif yang belum ditempuh oleh pihak Metland dan permasalahan kami kembalikan kepada pihak Kecamatan dan Desa untuk memantau langsung" Terang Dewan Fraksi Gerindra itu.
Whatsapp Redaksi VNN.CO.ID
Kepada Camat Cileungsi.
Namun, dalam prakteknya Camat Cileungsi Zaenal Ashari sampai saat ini bungkam dan tidak merespon saat dihubungi awak vnn.co.id, bahkan salah satu anggota dewan pun tidak direspon oleh sang Camat.

Awak media pun kesulitan untuk mendapatkan informasi dari Camat terkait penyelesaian ini karena terkesan Camat bungkam.

Jurnalis: IP
Editor: RMD