Kini Pukul :

Bantah Tudingan, Berikut Penjelasan Pemilik Wisata Dwi Sari Waterpark dan Berharap Ada Solusi Dari Pemerintah



Vnn.co.id, Kabupaten Bekasi - Pekerjaan pancang yang berlokasi di Kampung Babakan Ngantai RT 03 RW 01 Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Yang kini jadi bahan perbincangan bahkan muncul berbagai tudingan bahwa Pemasangan Pancang yang diduga memakan lahan sunga Cibeet. Pemilik Wisata Dwi Sari Waterpark dengan tegas membantah tudingan tersebut.

Pemilik Dwi Sari Waterpark ,Manonga Pasaribu menjelaskan Tidak ada yang disembunyikan di sini, kalau ada masalah dan di upload di media sosial facebook itu harus jelas dulu, dampaknya nanti bagai mana dengan orang yang tidak tahu permasalahannya, ini jelas akan berkembang.

Pasaribu sapaan akrabnya juga sangat menyayangkan ketika Viralnya di media sosial bahwa pembangunan Dwi Sari Waterpark telah menyerobot tanah sungai.

"Seharusnya klarifikasi dan minta penjelasan dulu dong kepada saya, apakah itu memang mengambil tanah sungai, atau memang itu milik saya",ujarnya

"Saya berharap kalau ada masalah di telusuri dulu, di klarifikasi terlebih dahulu supaya jelas, saya tidak mau mengganggu atau merusak disini. Jadi kalau rencana pembangunan mungkin semua sudah tahu. Masalah pembangunan pancang, itu memang ditanah saya, jadi tiap tahun tanah saya itu berkurang terus, sedangkan pajak saya bayar sesuai ukuran luas tanah saya," jelas Pasaribu kepada wartawan, Sabtu (25/01/2020).

Menurutnya, kata Pasaribu, Tanah miliknya itu sudah bersertifikat dan longsor tergerus air. Pemancangan itu sesuai dengan luas tanah yang ada di sertifikat. Dengan adanya pemancangan itu, bisa mengamankan tanahnya.

"Tanah saya tiap tahun terus berkurang, saya tidak mau keluar dari ukuran sertifikat, dan pancang yang ada itu sesuai dengan luas tanah yang ada di sertifikat, tentunya harus saya amankan, walau pun tanah saya tergerus air",ucapnya

Saya taat pajak kok, setiap tahun pajaknya saya bayar, masa kewajiban saya taati, hak saya harus hilang, maka dari itu saya ingin ada solusi dari pemerintah, tegas Pasaribu, seraya mengucapkan permohonan maaf kepada warga Desa Cipayung.

Kalau saya ada salah, kata Manonga Pasaribu, dirinya siap di koreksi. Karena pada dasarnya saya juga bukan orang yang sempurna. Tandasnya

Dalam memberikan penjelasan tersebut turut Hadir, Sekcam Cikarang Timur, Wakapolsek Cikarang Timur beserta Anggota, Kepala Desa Cipayung beserta Aparatur Pemerintah, BPD, Babinkhabtimas, Babinsa, Masyarakat sekitar.



Rep : Ahim
Red : RMD

No comments