Kini Pukul :

Terulang, Pengerjaan Infrastruktur di Desa Burangkeng Diduga Asal-asalan

Mengukur kedalaman coran hanya 7-8cm.
Vnn.co.id, Kabupaten Bekasi - Kembali terjadi, diduga pembangunan infrastuktur dari APBD pertama tahun anggaran 2019 yang ada di Kabupten Bekasi di kerjakan asal-asalan/tidak mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).

Setelah sebelumnya pengerjaan infrastuktur yang di kerjakan di Desa Kertarahayu, kini terjadi juga di Kp. Cinyosog RT.001/002 Desa Burangkeng, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi.

Pengerjaan infrastuktur tanpa diketahui  RAB, papan Begisting di tanam, lubang kordil sudah di siapkan, Beksos tidak merata dan tidak adanya papan teknis terpasang saat proyek di kerjakan. Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya bagaimana cara kerja pihak pemborong menyelesaikan pengerjaannya, yang tentunya perlu pengawasan dari Pemerintah terkait permasalahan tersebut. 

Jalan yang akan di cor. 
Menanggapi hal ini, Ketua Pokja Burangkeng, LSM GMBI KSM Setu, Abdul Rozak mengatakan bahwa Ia sudah melakukan investigasi ke lokasi, disitu tidak ada papan teknis terpasang.

"Saya pun mengukur dari pada ketinggian volume coran jalan tersebut, untuk papan begisting di gali dan di tanam, jadi volume aktual pengecorannya  berkurang dari 15cm, bahkan yang di lihat itu  kurang lebih hanya 10cm saja," ungkapnya. 

Lubang Kordil sudah disiapkan. 
"Mengacu pada aturan dan standarisasi minimal tinggi/ tebal pengecoran/ pembangunan jalan beton itu adalah 15cm," kata Abdul Rozak.

Hingga berita ini diturunkan, Awak Vnn.co.id masih berada di lokasi pengecoran. 


Rep: AG
Red: RMD

No comments