Kini Pukul :

Danlanud Iswahjudi: Era Industri 4.0, Kita Sering Lupa Makna Kesalihan Sosial Dan Adad Kesopanan Mulai Tergadaikan

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., saat memberikan sambutan pada ceramah komunikasi sosial (Komsos), di Graha Dewanto Lanud Iswahjudi.
Vnn.co.id, Magetan - Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Widyargo IKoputra, S.E.,M.M., menyampaikan  di era industri 4.0, manusia tidak lagi menjadi subyek, malah terkadang manusia menjadi sistem yang dianggap benda.

Nilai-nilai kepemimpinan keudaraan atau Airmanship, kini ikut terpapar oleh komunikasi sistem jaringan dan dunia digital. “Ketika kita mudah mendapatkan informasi perkembangan global, regional dan nasional, melalui beberapa sentuhan dilayar digital, maka kitapun sering lupa makna kesalihan sosial dan adap kesopanan mulai tergadaikan”, ungkapnya saat menjdi penceramah pada acara Komunikasi Sosial (Komsos), di Graha Dewanto Lanud Iswahjudii, Kamis (20/06). 

Kegiatan Komsos  tersebut memgambil tema  “Melalui Komsos TNI AU kita pelihara kemanunggalan dengan rakyat guna meningkatkan semangat bela negara”, diikuti oleh perwakilan siswa SMA N 1 Maospati, SMK Penerbangan Angkasa, mahasiswa STKIP dr. Nugroho Maospati, FKPPI Madiun,  para kepala Desa se-Kecamatan Maospati, Komandan Koramil, Kapolsek Maospati dan Camat Maospati. Senada dengan Danlanud Iswahjudi, Danskatek 042 Letkol Tek A. Subagyo dalam ceramahnya menjelaskan perjalan Revolusi Industri di dunia dari dulu sampai dengan sekarang.

“Revolusi Industri 4.0 era digital saat ini memudahkan kita dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, tugas pekerjaan dikantor dan di pabrik-pabrik besar”, katanya.

Sementara Dansatpom Lanud Iswahjudi Letkol Pom M. Achyar, dalam ceramahnya tentang berita Hoax. Menurutnya berita hoax adalah berita bohong yang dikatakan secara berulang ulang serta disebarkan maka berita tersebut bisa diyakini sebuah kebenaran. Sedangkan materi hoax diantaranya untuk menimbulkan keresahan masyarakat, motif kejahatan, motif politk dan fitnah, imbuhnya.

Ceramah di sesi terakhir disampaikan oleh Kaintel Lanud Iswahjudi Letkol Sus A. Iwan Setyo N, M.Han., dengan materi radikal kiri di Indonesia. Menurutnya Radikal adalah suatu sikap atau perilaku di luar sistem di luar Berbangsa dan bernegara.

Radikal kiri di bagi beberapa komponen diantaranya komponen kelompok Tua, Kelompok elit dan  Kelompok muda. “Adapun upaya penanggulangan Radikal adalah (1) Laksanakan pembangunan (minimalisir kemiskinan, pengangguran dan ketidak adilan).(2) Sikap tegas dari Pemerintah.(3) Operasi Intelijen dari dalam negeri dan luar negeri.(4) Penegakan hukum secara konsisten”, tegas Letkol Sus Iwan.

Acara yang juga dihadiri Kadislog Lanud Iswahjudi, Kolonel Tek Royke C. Manusiwa,S.E.,M.M., Kadispers Letkol Pnb Budi Susilo, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada pemateri. (BRT)

No comments