Kini Pukul :

Ratusan Warga Palu Gelar Aksi Bela Tauhid di Depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah.

Aksi Bela Tauhid, Kota Palu - Sulawesi Tengah.Sumber Fhoto Sultengterkinicom.
Vnn.co.id, Kota Palu – Sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Pencinta Bendera Tauhid menggelar Aksi Bela Tauhid di depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Jumat (30/11/2018). Dengan jumlah ratusan orang.

Mereka menggelar aksi yang dibarengi dengan pengibaran ratusan bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid.
Sebagaimana dilansir dari sultengterkini.com disampaikan Siddiq Robbani selaku Koordinator Aksi Bela Tauhid di Palu.

"Bendera tauhid adalah bendera Nabi Muhammad SAW dan itu merupakan simbol persatuan umat" Ujarnya.

Lanjutnya, "Umat Islam yang lurus akidahnya dan kokoh keimanannya akan selalu bangga melihat bendera tauhid itu berkibar" dengan tegas.
“Bendera yang tertulis di tengahnya kalimat syahadat, kalimat yang seluruh umat Islam ingin mati dengannya,” katanya kepada awak media.

Namun kata Siddiq, sangat disayangkan upaya monsterisasi selalu dilakukan yakni menstigma bahwa bendera itu adalah bendera terlarang, seakan memasang bendera itu penyebab keresahan.

Sebagaimana kasus yang ditemukannya di Desa Rogo dan Walatana Kabupaten Sigi, dimana pemasangan bendera tauhid oleh warga dituding meresahkan oleh oknum aparat.

Padahal menurut pengakuan sekretaris desa setempat, pemasangan bendera itu justru atas inisiatif warga sendiri dan tidak meresahkan warga sekitar.
IKLAN CALEG.
“Maka sebagai bentuk pembelaan terhadap bendera tauhid, kami Aliansi Masyarakat Pencinta Bendera Tauhid menggelar aksi dan menyatakan beberapa sikap,” katanya.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi itu yakni meminta wakil rakyat untuk bertindak menghentikan monsterisasi bendera tauhid di desa tersebut dan mengutuk oknum yang berupaya menghalangi pemasangan bendera tersebut.

“Selain itu kami juga mendukung aksi reuni akbar 212 di Monas sebagai momen persatuan umat Islam,” tutur Siddiq.

Aksi itu juga dihadiri Harun Nyak Itam Abu (Koordinator Tim Pembela Muslim), Andi Akbar Panguriseng (Tim Pengacara Muslim), Sardi Arsy (Komunitas Mustanir Sulteng), dan Akbar Alhadrami (Sekretaris Jenderal Annas Sulteng).

Setelah menyampaikan tuntutannya, massa yang didominasi kaum milenal itu kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat.

Jurnalis: CAL/Sultengterkinicom
Editor: IP

No comments