Kini Pukul :

Neno Warisman dan Dr Diana Thabrani (Kakak UAS) 8 Jam Dalam Mobil BMW Tanpa Makan Dan Minum. Fadli Zon Angkat Bicara.

Neno Warisman dan Ahmad Dhani, di Gedung DPR-RI.

vnn.co.id, Jakarta - Setelah dipersekusi 8 jam di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/08/2018), Neno Warisman dan Ahmad Dhani yang dipersekusi di Surabaya, Jawa Timur,  Ahad (26/08/2018) kemudian diundang Pimpinan DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/08/2018).

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 2 siang hingga 4:30 sore waktu jakarta, sejumlah Presidium Gerakan Nasional #2019GantiPresiden menyampaikan uneg-unegnya disaksikan puluhan emak-emak di ruang rapat Ketua DPR RI.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon didampingi Romo Syafii, Fahri Hamzah, Hanafi Rais, dan sejumlah anggota DPR RI lain mendengarkan paparan Neno Warisman, Ahmad Dhani, Mahendradatta, Abu Jibril Fuad, dan Sekjen Ari Saptono.

Presidium Relawan Ganti Presiden (RGP) yang lain tampak Mustofa Nahrawardaya, Syamsul Balda. Tampak pula pengacara Eggi Sudjana dan Wasekjen RGP Mursal Fadhilal yang turut diangkut ke kantor Polisi Batu Raja, Pekanbaru, Sabtu, saat kejadian persekusi tersebut.

Dilansir dari hidayatullah.com “Drama persekusi yang sempurna di Riau dan Surabaya, Ahad 26 Agustus 2018 silam adalah yang terburuk, karena ada ancaman, tekanan, perebutan paksa kaos #2019GantiPresiden hingga pemaksaan Neno Warisman yang disandera 8 jam dalam mobil BMW Dr Diana Thabrani yang juga ikut disandera tanpa diberikan makan dan minum,” rilis Tim Media RGP.
Neno Warisman Saat Orasi #2019GantiPresiden.
Dr Diana Thabrani seperti diketahui adalah ‘kakak’ Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Putra Datuk Thabrani, tokoh Melayu Riau.

Disebutkan, drama persekusi yang melibatkan ribuan aparat keamanan dan intelijen justru menjadi momok demokrasi di Indonesia.

Diketahui, dalam pertemuan dengan pimpinan DPR RI, selain melaporkan kasus itu, Neno dan Ahmad Dhani secara resmi menyerahkan bukti persekusi yang mereka alami kepada Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Fadli Zon.

Bukti berupa foto dan video yang dimasukkan ke dalam flashdisk tersebut diserahkan oleh Neno Warisman dan diterima Fadli Zon.

Sebelum bukti diserahkan, para aktivis #2019GantiPresiden terlebih dahulu menceritakan kronologi persekusi yang mereka alami di berbagai daerah selama beberapa waktu terakhir.

Pada kesempatan itu, Fadli menyampaikan, hak menyatakan pendapat yang disampaikan warga negara tak boleh dipersekusi, apalagi dinyatakan sebagai pelanggaran hukum. Penyampaian pendapat merupakan bagian berdemokrasi yang sehat dan dilindungi konstitusi.

Redaksi

No comments