Awas! 6 Bahaya Minuman Bersoda Teror Kesehatan Kita -->

Awas! 6 Bahaya Minuman Bersoda Teror Kesehatan Kita

, 7/28/2021 02:30:00 PM

Ilustrasi: Google.

Vnn.co.id, Kesehatan - Minuman berkarbonasi seringkali dikenal sebagai jenis minuman yang mengandung soda di dalamnya. Pada umumnya, minuman ini banyak diteguk ketika cuaca sedang panas-panasnya sehingga dapat menimbulkan rasa segar. Minuman berkarbonasi memang menjadi pilihan banyak orang untuk menghilangkan dahaga.

Namun, tahukan Anda jika minuman berkarbonasi itu berbeda dengan minuman bersoda? Yuk, ketahui perbedaannya.

Perbedaan Minuman Berkarbonasi dan Bersoda

Di pasaran, kita mengenal berbagai olahan minuman berkarbonasi dalam produk air mineral maupun minuman bersoda. Namun sayangnya, karena popularitas minuman bersoda, tidak banyak yang menyadari perbedaan mendasar minuman bersoda dan minuman berkarbonasi. Perbedaan mendasar minuman berkarbonasi dan minuman bersoda terletak pada kandungannya. Minuman berkarbonasi mengandung karbon dioksida. Karbon dioksida tersebut juga membuat minuman karbonasi berdesis saat tutupnya dibuka. Pernahkah Anda ditawarkan “air putih biasa atau sparkling water” saat makan di restoran atau kafe tertentu? Sparkling water adalah minuman karbonasi alias air minum dalam kemasan yang mengandung karbon dioksida. Gas inilah yang bertanggung jawab terhadap gelembung udara dalam sparkling water.

Pada dasarnya, sparkling water adalah cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang secara alami mengandung karbon dioksida. Gelembungnya berasal dari mata air asli atau dari sumur dengan karbonasi alami. Walaupun memang ada beberapa produsen yang menambahkan karbon dioksida supaya airnya lebih berbuih.

Sementara, air soda atau yang juga dikenal dengan soft drink, memiliki kandungan pemanis buatan, pengawet, dan garam. Sekilas, minuman karbonasi jauh lebih sehat dibandingkan dengan soda. Apakah benar begitu? Ternyata, tidak semua minuman tersebut bagus untuk kesehatan karena ada beberapa yang sudah ditambahkan zat lain. 

Sparkling water yang sudah ditambahkan perasa dan aroma tentunya lebih tidak menyehatkan dibandingkan dengan air mineral karbonasi alami. Air karbonasi alami tersebut terbilang bebas kalori dan cenderung aman dikonsumsi untuk membantu menjaga berat badan. Bahkan, air mineral karbonasi bisa Anda jadikan alternatif air putih biasa.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan sparkling water murni sebagai pengganti soda dan minuman tinggi kalori lainnya. Meski begitu, Anda tetap harus pintar-pintar memilih produk minuman karbonasi yang hanya mengandung karbon dioksida, alias tanpa zat tambahan.

Bagi beberapa orang, minuman karbonasi memberikan efek positif, seperti mengurangi sembelit, menghancurkan lemak di hati, mengurangi sakit kepala, mengatasi gangguan pencernaan, mencegah kram otot, dst. Namun, pada sebagian lainnya, air karbonasi justru membawa dampak buruk. Banyak sekali gangguan kesehatan yang akan ditimbulkan apabila Anda terlalu sering mengonsumsi minuman berkarbonasi dan bersoda. Akan lebih baik jika Anda menghentikan kebiasaan konsumsi minuman tak sehat ini.

Mengonsumsi minuman ini dalam jangka panjang, akan mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius. Minuman berkarbonasi mampu mengganggu kesehatan lantaran mengandung kandungan seperti pemanis, pengawet, dan juga pewarna. 

Berikut adalah beberapa bahaya kesehatan apabila sering mengonsumsi minuman berkarbonasi dan bersoda yang dirangkum dari berbagai sumber :

1. Sebabkan Kerusakan Gigi

Semua orang pasti pernah merasakan mengonsumsi minuman berkarbonasi atau bersoda. Mulai kalangan orang dewasa bahkan anak-anak pun juga kerap kali menjadikan minuman ini sebagai penghilang rasa dahaga di kala cuaca terik. Perlu diketahui, minuman berkarbonasi ini dapat menyebabkan bahaya pada kesehatan gigi.

Hal tersebut dikarenakan kandungan asam, karbonasi dan juga gula tinggi yang dapat mempercepat tumbuhnya bakteri sehingga berpotensi merusak gigi. Erosi gigi, noda gigi serta berlubang merupakan kerusakan gigi yang kerap terjadi akibat konsumsi minuman bersoda. Air berkarbonasi yang ditambahkan pemanis dan pengawet sering dikaitkan dengan kerusakan gigi. Mulai dari penurunan kekuatan gigi dan lepasnya material tambalan gigi, kandungan gulanya diduga dapat menyebabkan terkikisnya lapisan email pada gigi. Selain itu, juga dapat merusak enamel gigi. Pada akhirnya, warna gigi berubah menjadi lebih kuning.

Untuk itu, segera hentikan konsumsi minuman berkarbonasi apabila tidak menginginkan gigi Anda menjadi rusak di kemudian hari.

2. Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Bahaya sering mengonsumsi minuman berkarbonasi ternyata juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sebuah studi baru mengungkapkan apabila minuman berkarbonasi mampu membuat risiko serangan jantung meningkat. Para ilmuwan mengatakan, dengan mengonsumsi minuman bersoda berlebihan akan menimbulkan peningkatan dari penyakit jantung dan stroke.

Kandungan pemanis buatan yang ada di dalam minuman bersoda adalah salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko tersebut. Perlu diketahui bahwa pemanis buatan dapat mengubah bakteri hidup dalam usus sehingga mengganggu kemampuan tubuh guna mengontrol glukosa.

3. Risiko Diabetes Meningkat

Selain itu, bahaya dari konsumsi minuman berkarbonasi selanjutnya adalah mampu meningkatkan risiko penyakit diabetes. Mengonsumsi minuman bersoda dengan jenis tertentu akan menyebabkan peningkatan risiko diabetes daripada makanan ataupun minuman lain dengan kandungan fruktosa.

Diketahui, dalam satu kaleng minuman berkarbonasi telah terkandung 15-18 sendok teh gula yang kalorinya lebih dari 240. Gula maupun kalori yang ada dalam minuman berkarbonasi tidak dapat menurunkan asupan kalori pada makanan yang telah Anda konsumsi sehingga akan menumpuk. Kelebihan kalori dan gula serta rendahnya aktivitas fisik akan membuat kalori dan gula mengendap serta menumpuk sehingga memicu penyakit diabetes.

4. Asam Lambung Meningkat

Minuman berkarbonasi atau bersoda mempunyai tingkatan nutrisi rendah lantaran kandungan gulanya yang amat tinggi. Minuman berkarbonasi ini juga memiliki kandungan kafein. Dalam beberapa kasus, meminum minuman bersoda mampu membuat iritasi pada lambung bahkan hingga kerongkongan. Kondisi kesehatan tersebut seringkali disebut dengan asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease).

Kelebihan mengonsumsi minuman berkarbonasi akan menyebabkan asam folat yang merupakan bahan utama soda mampu merusak lambung serta kerongkongan Anda. Kondisi tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko jangka panjang seperti terkena penyakit kanker atau pun esofagus.

5. Peningkatan Risiko Obesitas

Salah satu bahaya dari terlalu banyak mengonsumsi minuman berkarbonasi adalah mampu meningkatkan risiko obesitas. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang kerap kali ditemukan di berbagai negara. Gangguan kesehatan ini diakibatkan oleh Pemanis buatan tersebut memicu pelepasan hormon ghrelin, yang bertanggung jawab terhadap rasa lapar. Akibatnya, tidak bisa menahan diri ketika mengonsumsi makanan. Otomatis risiko kegemukan dan obesitas, serta diabetes melitus jadi meningkat. Serta ketidakseimbangan antara asupan energi dan keluarnya energi, maka kelebihan energi yang selanjutnya akan disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Kelebihan energi ini sering diakibatkan oleh asupan energi yang tinggi atau keluaran energi amat rendah. Asupan energi tinggi sendiri disebabkan oleh konsumsi makanan terlalu berlebihan, sedangkan keluaran energinya sangat rendah karena metabolisme tubuh yang rendah pula.

Bertambahnya berat badan seseorang memang kerap dikaitkan dengan pola hidup yang kurang sehat, mengonsumsi minuman bersoda adalah salah satunya. Kalori yang berlebihan dalam minuman bersoda menyebabkan minuman ini sangat bahaya apabila kerap dikonsumsi tubuh. Obesitas sendiri bahkan tidak hanya mampu menyerang orang-orang dewasa saja, anak-anak pun juga dapat terkena obesitas apabila sering mengonsumsi minuman berkarbonasi.

6. Menyebabkan Perut kembung dan Begah

Makin tinggi kandungan karbon dioksida dalam minuman karbonasi, makin banyak pula buih yang dihasilkan. Hal ini juga membuat kadar gas di dalam tubuh jadi bertambah setelah Anda meminumnya. Tidaklah heran jika sejumlah orang melaporkan gejala kembung dan begah setelah mengonsumsi minuman karbonasi dan soft drink. Kalau kadar gas terlampau tinggi, asam lambung bisa naik dan mengiritasi saluran pencernaan.

Nah, itu tadi merupakan beberapa bahaya yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita apabila kerap kali mengonsumsi minuman berkarbonasi. Semoga informasi tersebut bisa membantu Anda untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan menghindari terlalu sering konsumsi minuman berkarbonasi. Semoga sehat selalu.

Penulis: Suci Al Kampari

Editor: Mega

TerPopuler

close