Kini Pukul :

Diduga " Serangan Teroris Islamis", Seorang Guru Dipenggal setelah Menunjukkan Kartun Nabi Muhammad

Tempat kejadian penyerangan seogang guru di Prancis.



Vnn.co.id, Prancis - Terjadi penyerangan terhadap seorang guru di pinggiran barat laut Paris. Penyerangnya ditembak mati oleh polisi.

Sebelum kejadian, guru itu disebut telah menunjukkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Serangan itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 waktu setempat (15.00 GMT) di dekat sebuah sekolah. Jaksa anti-teror sedang menyelidiki kasus ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi tempat kejadian dan menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan teroris Islamis".

Macron mengatakan guru itu dibunuh karena ia "mengajarkan kebebasan berekspresi". Nama korban belum disebutkan.

Penyerang yang bersenjatakan pisau ditembak ketika petugas berusaha menangkapnya setelah kejadian penyerangan itu. Polisi belum merilis detail pribadi apapun tentang pelaku.

Saat ini, pengadilan atas serangan tahun 2015 terhadap majalah satire Prancis Charlie Hebdo yang ditarget karena menerbitkan kartun tersebut, tengah berlangsung di Paris.

Tiga minggu lalu, seorang pria menyerang dan melukai dua orang di luar bekas kantor majalah Charlie Hebdo.

Menurut surat kabar Le Monde, korban adalah seorang guru sejarah dan geografi, ia berbicara di kelas tentang kebebasan berekspresi terkait dengan kartun Nabi Muhammad, yang menyebabkan keributan di antara penganut agama Islam ketika Charlie Hebdo menerbitkannya.

Awal bulan ini, beberapa orang tua Muslim mengeluh kepada sekolah tentang keputusan guru tersebut yang menggunakan satu atau lebih kartun Nabi Muhammad itu sebagai bagian dari diskusi tentang persidangan Charlie Hebdo, demikian laporan media Prancis.

Menanggapi serangan hari Jumat, Charlie Hebdo menyatakan dalam akun twitternya, "Intoleransi baru saja mencapai ambang batas baru dan tampaknya tidak berhenti untuk memaksakan teror di negara kita."

Bila motif pembunuhan ini dapat dibuktikan, hal itu akan sangat mengejutkan Prancis, kata wartawan BBC Hugh Schofield di Paris. Mereka akan melihatnya bukan hanya sebagai serangan brutal, katanya, tapi serangan brutal terhadap seorang guru karena menjalankan tugasnya untuk menjelaskan.

Prancis telah menyaksikan gelombang kekerasan sejak serangan terhadap Charlie Hebdo pada tahun 2015 yang menewaskan 12 orang, termasuk seorang kartunis terkenal.

Majelis Nasional, parlemen Prancis, mengutuk "serangan teror yang mengerikan" dan melakukan penghormatan terhadap guru yang tewas pada hari Jumat itu.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, dalam perjalanan ke Maroko, akan segera kembali ke Paris.

Dalam cuitan twitter Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer mengatakan bahwa pembunuhan seorang guru adalah serangan terhadap Republik Prancis.

Sumber : BBC News

Editor : Mega