Kini Pukul :

GAKKUM KLHK Sidak dan Segel Lokasi Penimbunan Sisa Sampah Impor di Setu, KAWALI: Apresiasi dan Mendukung Penuh Penegakan Hukum

Gakkum KLHK Segel Lokasi Penimbunan Sisa Sampah Impor di Desa Kertarahyu, Kec. Setu. 
Vnn.co.id, Jakarta, 5 Agustus 2019 - Gurita Kasus Sampah Impor dan Limbah B3 di Kabupaten Bekasi, GAKKUM KLHK Sidak & Segel Lokasi Penimbunan sisa sampah Impor di duga Milik PT. Fajar Wisesa di Kabupaten Bekasi.

Puput TD Putra Ketua Umum Koalisi Kawal Lingkungan Indonesia (KAWALI)  mengapresiasi tindakan Gakkum yang cepat merespon laporan warga dan KAWALI dan menindak pelangaran pencemaran yang terjadi di Lingkungan warga di Kp.Cigalem - Jaya Mulya dan Desa Kertarahyu Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, apresiasi juga atas peningkatan pelayanan yang dilakukan GAKKUM KLHK sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik atas pengaduan kasusnya.

“KAWALI mendukung penuh Penegakan Hukum yang di lakukan oleh GAKKUM KLHK untuk memberikan sangsi tegas kepada para pihak yang sudah turut serta melakukan Pelangaran Pencemaran lingkungan yang di adukan oleh warga dan KAWALI terhadap kasus yang diadukannya, sehingga pelayanan benar-benar bisa di rasakan manfaatnya tampa hambatan yang berbelit-belit saat membuat pengaduan ke Gakkum KLHK oleh warga terdampak ujar Puput TD Putra Ketua Umum KAWALI Pusat saat melakukan tinjauan  ke TKP yang sudah di Segel oleh Pihak GAKKUM Kementerian Lingkungan dan kehutanan (KLHK) terkait Penimbunan Limbah Sampah Impor dan B3 di wilayah Kabupaten Bekasi.

Puput mengatakan,ada beberapa dampak perubahan sejak adanya penyegelan TKP penimbunan sampah Impor dan B3, ada beberapa perubahan positif yang kami lihat, terhentinya aktivitas penimbunan, rencana rehabilitas pemulihan lingkungan lokasi penimbunan, sehingga nantinya diharapkan kepercayaan masyarakat sebagai warga negara pengguna layanan juga akan menjadi lebih puas menikmati pelayanan penegakan hukum di negeri ini" ujar Puput TD Putra

KAWALI  juga menyediakan ruang konsultasi untuk mencegah kebingungan warga saat ada warga mau mengadukan kasus-kusus lingkungan yang terjadi di wilayahnya.

(Red) 

No comments