Kini Pukul :

Bantu Negara, Sandiaga Uno Konversikan Aset Dolar nya Sebanyak 35%

Sandiaga Uno, (c).
vnn.co.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) makin melemah, angkanya nyaris menyentuh Rp 15.000 per USD. Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno turut berkomentar terkait melemahnya nilai tukar Rupiah.

Dilansir dari Merdeka.com, Tidak tanggung-tanggung, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memutuskan mengkonversi aset dolar yang dia miliki sebanyak 35 persen.

Hal tersebut dia lakukan untuk menaikkan nilai tukar rupiah. Sandiaga menyebut dengan menjual dolar dapat membantu menekan laju nilai tukar yang terus meningkat. Ia juga meminta para pengusaha dan konglomerat lain ikut menukarkan dolar mereka.

"Untuk konglomerat, saya sudah mengkonversi simpanan saya ke rupiah, ini waktunya sama-sama membela negara, jangan sampai terpecah belah. Spekulan banyak, jangan mau kita terkecoh, apalagi mereka banyak akalnya dari pada akhlaknya," kata Sandi.

Karena ingin melakukan mengkonversi aset dolarnya, berapa total kekayaan berbentuk dolar yang dimiliki Sandi? Dalam data dari elkhpn.go.id, tercatat total harta kekayaan Sandiaga Uno Rp 5.099.960.524.965. Harta Sandiaga terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Harta bergerak Sandi berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang, Singapura hingga Amerika Serikat Rp 191.644.398.989. Dalam catatan LKHPN itu, Sandi tercatat memiliki surat berharga sebesar Rp 3,7 triliun dan USD 1,3 juta. Dan Giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 12,9 miliar dan USD 30,2 juta.

Menurut Sandi, melemahnya Rupiah terhadap dolar mulai berdampak terhadap kenaikan bebarapa harga pokok. Contohnya saat dia berkunjung ke Riau, Sandiaga bercerita ada ibu-ibu yang bertengkar dengan suaminya karena uang belanja.

"Di Pekanbaru, ibu Lia cekcok sama suaminya gara-gara uang belanja dikasih Rp 100 ribu, pulang cuma bawa bawang sama cabai. Kita bicara ini lepas dari politik praktis, warga terbebani," kata Sandiaga.

Sementara itu agar rupiah tidak terus merosot, Sandi mengimbau agar seluruh pihak melakukan penghematan besar-besaran. Contohnya untuk anak muda, Sandi menyarankan untuk mengurangi traveling atau berlibur ke luar negari.

Dengan melakukan penghematan, Sandi berharap kas negara tidak tekor. Dia juga berharap pemerintah melakukan langkah antisipasi karena naiknya nilai tukar rupiah bisa berimbas kepada dunia usaha yang akan berujung pada PHK karyawan.

"Kita mau kas negara kita enggak tekor, untuk pemerintah tingkatkan kewaspadaan, harapan kita, lapangan pekerjaan tidak tergerus. Kalau biaya bahan baku dan produksi naik, diikuti dengan pengurangan pegawai, ini kemungkinan akan meningkatkan bahan pokok, kita ingin berjuang bersama rakyat, hal hal yang positif," tandas Sandi. (Ard /Red)

No comments