Kini Pukul :

Ini Klarifikasi Sekum Soal Kewafatan Ketua MUI Jatim KH Hasan Mutawakkil 'Alallah

KH Hasan Mutawakkil 'Alallah, Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Timur

Vnn.co.id, Surabaya - Santer informasi tentang Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil ‘Alallah yang belum lama ini dinobatkan di Gedung Grahadi Surabaya wafat.

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن

Telah kapundut KH. Moh. Hasan Mutawakkil 'Alallah, S.H., M.M.

Ketua MUI Jawa Timur Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong

Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT...

آمِّيْنَ آمِّينَ آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ

Sebagaimana dilansir bangsaonline.com, hal tersebut ditemukan di grup para kiai, gus, dan akademisi Jakarta. Namun, Si pembagi pesan justru mempertanyakan kebenaran berita tersebut.

Selang beberapa kemudian, muncul klarifikasi di grup yang sama oleh salah satu aktivis PWNU Jatim di Surabaya.

Klarifikasi atas nama Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jawa Timur Prof Dr Akhmad Muzakki itu menyatakan bahwa berita tersebut hoaks.

Setelah dipastikan, Prof Dr Akhmad Muzakki mengakui kebenaran klarifikasinya. “Njih, meniko (Iya, itu) klarifikasi saya atas perintah beliau (Kiai Hasan Mutawakkil ‘Alallah). Meniko (itu) berita hoaks,” ujar Prof Dr Akhmad Muzakki, Senin (21/2/21).

Yth para kyai dan bapak/ibu.

Assalamu’alaikum wr wb.

Berkaitan dengan pesan berantai menyangkut al-mukarram KH Mutawakkil Alallah, pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong dan Ketua Umum MUI Jawa Timur, bersama ini atas perintah beliau kami menyampaikan bahwa informasi berantai di atas adalah hoax dan termasuk berita palsu, dan karena itu menyesatkan sekali. Beliau seharian berkomunikasi dg kami, dan tercatat pada 12:35 WIB beliau juga dalam komunikasi dg kami dalam keadaan sehat sama sekali. “Ndak apa apa (diberitakan begitu). Moga saya diberi umur panjang oleh Allah,” begitu jawab beliau saat kami mangabarkan pesan berantai nan palsu di atas.

Demikian harap menjadi maklum

Wassalam,

Akh. Muzakki

Demikian klarifikasi resmi dari Sekretaris Umum MUI Jawa Timur Prof Dr Akhmad Muzakki.

Red: Mega