Kini Pukul :

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung TPQ/Madin Safira Ujungpangkah, Goes Tamam: Investasi Masa Depan Akhirat


Goes Tamam saat proses peletakan batu pertama TPQ/Madin Safira Ujungpangkah,Gresik, Jumat (15/1/21)
(Foto: Facebook Goes Tamam).
 

Vnn.co.id, Gresik – Jika ingin membangun tempat ibadah atau pendidikan, jangan menunggu orang lain. Akan tetapi, dekatkanlah diri kepada Allah SWT. Begitu kiranya motto yang selama ini menjadi pegangan Ust. Badrut Tamam Hasyim atau Badrut Tamam Hs, Kepala Cabang Tilawati Kab. Gresik. Wejangan itu ia dapat dari salah satu guru tempatnya menimba ilmu sekaligus satu dari sekian motivasi, sehingga memutuskan untuk membangun TPQ/Madin Safira menggunakan uang pribadi.

Sebagaimana diunggah pada laman Facebook dengan nama akun Goes Tamam, memperlihatkan pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan TPQ/Madin Safira. “Alhamdulillah, Proses Peletakan Batu Pertama Pembangunan TPQ/Madin Safira Berjalan dengan Lancar sesuai dgn Harapan,” Demikian tulisnya dalam akun Facebook, Jumat (15/1/21).

Goes Tamam, sapaan akrabnya, ketika dikonfirmasi media Vnn.co.id perihal kongsi pembangunan TPQ/Madin Safira yang berlokasi di Ujungpangkah, Gresik tersebut, ia menjawab bahwa kerja sama yang paling utama adalah dengan Alllah SWT.

“Rencananya, ingin membangun TPQ ini setelah hari raya, tiba-tiba ditawari orang beli lahan, kebetulan belum punya uang. Ya, dicicil Rp 10 juta hingga akhirnya dengan izin Allah bisa melunasi hingga Rp 120 juta,” tutur Goes Tamam, Sabtu (16/1/21).

Sebelumnya, putri beliau telah membangun sebuah TPQ yang diberi nama Syaifullah sebagai Tilawati Centre, bertempat di Pangkah Wetan.

Tak hanya itu, Putra Gresik yang juga Wakil Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Anshor Kab. Gresik tersebut telah memiliki sebuah TPQ bernama “Al-Hikmah”. “Namun, berada di kampung,” imbuhnya.

Kemudian, ia menambahkan bahwa dirinya ingin mengembangkan sayap dengan mendirikan lembaga-lembaga TPQ di lahan-lahan baru yang padat penduduknya.

Sebagaimana dijelaskan pria berkelahiran Januari 1970 itu, dengan menyebutkan satu per satu motivasi dan tujuan membangun TPQ, diantaranya ialah bahwasannya pembangunan rumah belajar Alquran adalah merupakan investasi akhirat, sehingga ketika meninggal dunia atau 10 tahun mendatang dirinya akan senantiasa teraliri amal jariyah yang ditanamnya sejak dini.

Selain itu, lanjutnya, karena latar belakang Pak Tamam (sebutan bagi dirinya-red), yang notabene seorang pembelajar Alquran sedari kecil di bawah pengasuhan Kyai Farhan, selalu mengingat pesan yang disampaikan dalam bahasa jawa.

Nek iso, yo banguno nggon kanggo bocah-bocah blajar Alquran, sopo wong sing gelem ngajar Quran, bakal dadi wong terhormat (Kalo bisa, bangunlah tempat untuk anak-anak kceil belajar Alquran, barangsiapa yang mau mengajar Alquran, maka ia akan jadi orang yang terhormat),” Begitu tutur beliau menirukan gurunya di era 80-an.

Ia juga menegaskan, dengan dibangunnya TPQ/Madin Safira di Ujungpangkah, selain sebagai visi-misinya yang memegang amanah menjadi Kepala Cabang Tilawati Kab. Gresik tersebut juga yang paling prioritas ialah menjadikan tempat pendidikan Alquran tersebut sebagai percontohan atau rujukan bagi TPQ-TPA di sekitarnya maupun di Jawa Timur yang mana masih vakum atau terbilang monoton, sehingga dapat berkembang dan semakin gencar dalam menebarkan syiar Islam.

Terkait kelanjutan dana pembangunan TPQ/Madin Safira tersebut, Goes Tamam banyak mengirimkan gambar dengan membuka serta menerima amal jariyah dari berbagai pihak yang mau membantu kelancaran pembangunan tempat belajar Alquran tersebut.

“Alhamdulillah, banyak mendapat bantuan dari beberapa sahabat baik luar Jawa maupun Jawa sendiri,” ujarnya.

Diantaranya, lanjutnya, teman-teman dekat, Laziz Nurul Falah Surabaya yang menyumbang 40 sag semen, Cabang Sekapuk BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur 40 sag semen (Ro 2 juta).

Untuk dana dari pemerintahan, masih dibuatkan proposal dengan harapan pemerintah bersedia menengok niat baik pembangunan tempat belajar Alquran ini, baik pemerintah daerah, kabupaten maupun provinsi Jawa Timur. Sebab saat ini, Alhamdulillah, kata beliau lagi, mendapat perhatian yang tinggi dari masyarakat sekitar, yaitu Desa Druju dan Pandikan, Ujungpangkah, Gresik.

Kemudian beliau menambahkan, "Jika ada para Aghniya' atau Dermawan yang ingin berinvestasi Akhirat atau Jariyah, panitia siap menerima amanah."

Semoga Amal Jariyah Saudara-saudara menjadi ladang yang mengantarkan pada Ridho dan keberkahan-Nya. Amin.

Jurnalis: Mega

Red: Mega