Kini Pukul :

Ini Dia Cara Mengobati Luka Inner Child Dalam Diri

(Sumber : Tirto.ID)

Vnn.co.id, - Sebagian besar orang mungkin saja menyimpan luka masa kecil yang dia bawa sampai usia dewasa. Kondisi tersebut bisa saja terjadi karena dalam diri kita mengalami luka dan membutuhkan perhatian khusus.

Sayangnya, kita kerap mengabaikan hal ini hingga berdampak pada kehidupan di usia dewasa, terutama pada kondisi mental kita.


Apa sih inner child itu?

Inner child merupakan representasi langsung dari diri pada tahun-tahun awal kehidupan atau bisa dibilang sosok anak kecil dalam diri manusia. Saat inner child mengalami luka yang tidak segera disembuhkan, hal ini bisa menimbulkan perilaku negatif saat dewasa.

Menurut psikolog Diana Raab, pengabaian, trauma, atau rasa sakit di masa kanak akan bisa membuat inner child terluka.

"Sayangnya, banyak orang lebih memilih mengubur rasa sakit ini dalam-dalam untuk menyembunyikan dan melindungi diri," ucap Raab.

Padahal, cara ini tidak akan menyembuhkan rasa sakit dan bisa berefek negatif di masa dewasa, khususnya pada kondisi mental kita.

"Luka inner child yang tak segera diatasi bisa menimbulkan tekanan dalam hubungan pribadi atau kesulitan memenuhi kebutuhan diri sendiri," tambahnya.


Bagaimana cara mengobati inner child yang terluka?

Mengobati inner child memang memakan waktu. Namun, menyadari ada yang keliru dalam diri kita adalah titik awal yang bagus untuk penyembuhan diri atau self healing.


Berikut tips untuk mengobati inner child yang terluka:

1. Sadari adanya inner child

Terapis dari California, Kim Egel, mengatakan menyadari adanya inner child membantu kita untuk mengeksplorasi diri dan menemukan akar permasalahan yang salam ini menganggu.

"Jika Anda ragu atau menolak menyadari adanya luka di masa lalu, maka proses penyembuhan akan sulit," ucap dia.

Proses mengakui inner child sebagian besar hanya perlu dilakukan dengan mengenali dan menerima hal-hal yang menyebabkan luka di masa kanak-kanak.

"Mengungkap luka tersebut dapat membantu Anda mulai memahami dampaknya," tambah Egel.


2. Dengarkan apa yang dikatakan inner child

Setelah menyadari adanya inner child yang terluka, kita perlu mendengarkan perasaan yang datang.

"Perasaan tersebut bisa saja muncul dalam bentuk gejolak emosi yang kuat, rasa ketidaknyamanan, atau luka lama," ucap Egel.

Jika kita dapat menelusuri perasaan ini kembali ke peristiwa masa kecil tertentu, kita bisa menyadari situasi serupa dalam kehidupan di masa dewasa yang memicu respons serupa.


3. Meditasi

Meditasi bisa menjadi metode bagus agar kita lebih terhubung dengan diri sendiri, sekaligus berhubungan lebih baik dengan inner child dalam diri.

Meditasi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan emosional.

Banyak riset membuktikan meditasi membantu meningkatkan kesadaran diri membuat kita lebih memperhatikan perasaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini akan membuat kita lebih mudah mengontrol emosi dan reaksi diri terhadap situasi yang memicu stres atau trauma.


4. Menulis jurnal

Menulis jurnal bisa menjadi sarana yang bagus untuk melampiaskan emosi kita.

Selain itu, cara ini juga membantu kita mengenali pola-pola yang terjadi dalam kehidupan di usia dewasa yang ingin kita ubah.

Untuk menyembuhkan luka inner child, kita bisa mencoba menuliskan peritiwa-peristiwa tertentu di masa kecil yang masih membekas dalam ingatan kita.

Setelah itu, kita bisa mencoba mengingat kembali apa yang kita rasakan saat itu dan mencoba memberikan sudut pandang diri sendiri sebagai orang dewasa.


5. Konsultasi ke profesional

Trauma atau luka masa lalu memang bisa memicu stres. Namun, jangan putus asa.

Ada banyak profesional kesehatan mental yang bisa membantu kita mencari cara terbaik untuk mengatasi trauma atau luka tersebut.

Profesional kesehatan mental akan berusaha menciptakan ruang yang aman bagi kita untuk mulai menavigasi gejolak emosi dan mempelajari strategi yang berguna untuk menyembuhkan inner child.

Biasanya, terapis melakukannya dengan menggali pengalaman masa kecil kita untuk menemukan dampaknya dengan kehidupan di masa dewasa.


Sumber : kompas.com
Editor : Ayu