Kini Pukul :

Menghidupkan Pasar Tempo Dulu, Viral Pasar Tegalan Tegalombo Salatiga

Vnn.co.id, Kota Salatiga - Menengok perkembangan yang terus maju dan makin canggihnya teknologi sekarang ini sangatlah berdampak pada kemajuan gaya hidup masyarakat. Banyak kita ketahui bahwa pada jaman era  tahun 1960 sampai tahun 1980, Masyarkat Indonesia masih belum maju seperti saat ini.

Dari perkembangan Industri serta teknologi sampai saat ini banyak pengaruh yang di berikan kepada masyarakat baik positif dan negatifnya. Sebagai masyarkat yang baik, Seharusnya bisa menyaring ataupun memfilter segala sesuatunya. Jaman telah berubah dan semakin maju, Maka dari itu  kemajuan  harus kita jadikan nilai yang positif terhadap kehidupan sehari-hari.

Saat ini sudah tidak susah lagi untuk shoping ataupun untuk jalan-jalan ke mall, hampir di semua daerahpun  pastikan ada mall dan super market.Semua kebutuhan sehari-hari  sudah di pastikan tersedia di mall tersebut. Lain halnya yang di lakukan warga serta karang taruna Tegalombo, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo  Salatiga. 

Mereka secara gotong royong menyulap tegalan menjadi destinasi wisata alam yang indah dan menarik.Pasar ini menyajikan makanan ataupun hidangan tempo dulu. Dari transaksi pun sangat unik pengunjung pasar ini di wajibkan dan di haruskan menukarkan uang rupiah dengan kepingan bambu sebagai alat transaksi. Penukaran rupiah tersebut bisa di tukarkan di lokasi pasar di ke sebuah booth.

Sebagai alat transaksi di pasar tersebut pengunjung akan mendapat kepingan bambu tersebut sesuai yang di inginkan. Uang tersebut akan diganti dengan kepingan bambu. Satu keping  dihargai Rp 2000, Kepingan bambu tersebut bisa di buat belanja ataupun buat membeli yang ada di lokasi pasar dengan harga yang sudah di tentukan.

Contoh jika kita ingin membeli bubur dengan harga Rp 4000 maka kita harus meberikan 2 keping bambu kepada penjual. Serta jika nanti masih ada sisa kepingan bambu, Kita juga bisa ambil kembali duit kita berbentuk rupiah sesuai dengan berapa keping bambu yang masih ada tinggal kita kalikan Rp 2000.
Tarian.
Di pasar tegalan ini kita bisa belanja aneka makanan tradisional serta makanan khas Salatiga,Mulai dari nasi jagung, Grontol, Lupis, Aneka bubur, Aneka sayur, Tumpang koyor serta jamu. Pasar tegalan ini jadi area warga yang rindu dengan masa lalu. Tak sedikit pula yang mengajak keluarga dan anaknya untuk menikmati aneka makanan sembari menghirup kesegaran udara khas pedesaan. 

Novie salah satu pedangang di pasar Tegalan mengatakan "Kita buka dua minggu sekali di hari minggu pertama sama minggu ke tiga, dari jam 07:30 -12:00 WIB. Jika masing bingung lokasinya bisa di buka di googlemaps pasti ketemu lokasinya. Langsung ke lokasi juga pasti ketemu, Karena lokasinya mudah di jangkau", kata Novie.

Selain pasar tegalan tempat ini juga sudah mulai mencoba menghadirkan camp  atau kemah. Dengan bermodal area tegalan seluas lebih kurang 1 hektar, Karang taruna Tegalombo tersebut berhasil menyulap tegalan dengan dominasi pohon durian menjadi sebuah camp ground dengan kapasitas 12 tenda dome, 1 tenda family dan 1 tenda pleton. Camp tersebut nanti akan terus di benahi dan terus menambah fasilitas yang ada, Nantinya juga akan di bangun outbond. 

Saat inipun pemerintah daerah sangat mendukung pasar tegalan yang ada di Tegalombo Salatiga sebagai destinasi wisata tradisional di Salatiga. Wali kota Salatiga  Yulianto saat di hubungi media "Saya sangat mendukung adanya pasat tegalan itu karena selain kita bisa wisata ke tempat tersebut.

Kita bisa menikmati aneka makanan tempo dulu serta kita bisa jumpai permainan yang saat ini sudah hilang di sini kita bisa jumpai, serta tempat ini sudah kita tetapkan sebagai sentra durian Salatiga" Ungkap Yulianto Walikota Salatiga.

Dalam kesempatan ini Dr. H A Mujib Rohmat,M.H yang merupakan DPR RI dari komisi X Minggu (2/2/2020) mengunjungi Lokasi ini bersama ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.si. Dalam kunjungannya kerja kali ini sekalian untuk menikmati kuliner Salatiga tempo dulu. Keakraban serta saling berbaur terlihat dalam satu lokasi pasar tergalan bersama warga yang sedang belanja dan wisata di lokasi tersebut.

Dr. H A Mujib Rohmat, M.H mengatakan "Saya sangat senang bisa hadir di lokasi ini, Mudah-mudahan tempat ini bisa menjadi inspirasi daerah lain untuk tetap mempertahankan kebudayaan lokal serta pasar tradisional.

Dengan adanya seperti ini akan mengangkat perekonomian secara pribadi maupun pemerintah daerah. Saya sangat mendukung dengan adanya wisata seperti ini, sehinga dapat memajukan daerahnya masing-masing. Apalagi nanti di tempat wisata ada pertunjukan kebudayaan daerah serta permainan tradisional serta makanan khas tersebut yang dapat menjadikan pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus" Ungkap Dr. H A Mujib Rohmat,MH.

Jurnalis: Jarkoni
Editor: IP

No comments