Kini Pukul :

Jokowi Banjir Ucapan Selamat Dari Para Pemimpin Bangsa-bangsa Di KTT G20 Osaka Jepang.

Vnn.co.id, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima banyak ucapan selamat dari para kepala negara di sela mengikuti KTT G20 di Osaka, Jepang, kemarin (28/6). Mulai Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, hingga Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Kepala Protokol Negara Andri Hadi menjelaskan, ucapan selamat sebagai presiden terpilih RI periode 2019-2024 itu disampaikan dalam berbagai kesempatan. Misalnya saat menunggu official welcome dan family photo maupun ketika para pemimpin negara G20 hendak memulai Leader’s Side Event.

Selain Trump, Abe, dan Mohammad bin Salman, mereka yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi, di antaranya, adalah PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Australia Scott Morrison, dan PM Belanda Mark Rutte. Lalu Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giuseppe Conte, PM Inggris Theresa May, PM India Narendra Modi, dan Presiden Spanyol Pedrosan Chez. Tidak ketinggalan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Aktivitas nonformal Jokowi bersama beberapa pemimpin dunia tersebut berlangsung cair. Saat menantikan sesi official welcome dan family photo di ruang Leader’s Area, misalnya, Jokowi berbincang dengan Donald Trump, Mohammad bin Salman, Justin Trudeau, Scott Morrison, Mark Rutte, dan Christine Lagarde. Ada pula, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Giuseppe Conte, dan Antonio Guterres.

Dalam kesempatan itu, ada kejadian yang cukup menarik untuk sekelas pemimpin negara-negara besar. Presiden Trump memberikan permen kepada Jokowi dan kepala negara lainnya. Suasana pun sangat cair.
Sementara itu, dalam agenda resmi KTT G20, Indonesia mengusulkan konsep Inclusive Digital Economy Accelerator (IDEA) Hub dalam topik ekonomi digital yang menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan di Osaka. Jokowi mengatakan, Indonesia mengonsepkan IDEA Hub sebagai sebuah wadah global bagi para pelaku bisnis digital, terutama yang berstatus unicorn. Di sana pelaku bisnis digital besar dapat mengurasi ide serta berbagi pengalaman yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah, swasta, maupun UMKM.

Usul IDEA Hub itu dicetuskan untuk mengurangi angka kesenjangan sosial dan ekonomi antarnegara. “IDEA Hub pada dasarnya merupakan tempat mengurasi, mengelola, dan berbagi pengalaman model bisnis digital para unicorn anggota G20,” ujar Jokowi.

Pembelajaran terhadap model bisnis digital dalam IDEA Hub tersebut, kata Jokowi, mencakup tiga area informasi. Yakni sharing economy, workforce digitalization, dan financial inclusion. Tiga area informasi itu diharapkan dapat mengurangi ketimpangan ekonomi antarnegara dan mempercepat ekonomi inklusif secara global. Isu inklusivitas itulah yang mendorong Indonesia menyelenggarakan the 1st World Conference on Creative Economy di Bali pada November 2018.

Selain itu, Jokowi memandang perlunya mempersiapkan masyarakat ekonomi digital yang mam­pu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital.

Menurut dia, ada tiga pilar utama, antara lain peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia serta pembangunan infrastruktur digital.

Jokowi mengingatkan bahwa ekonomi digital harus mampu menjangkau kepentingan segenap golongan masyarakat sebagaimana prinsip yang ditetapkan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Tidak boleh melupakan kepentingan setiap orang. Tidak boleh ada orang yang tertinggal, no one left behind,” tandasnya.

Source: Jawapos.com

No comments