Kini Pukul :

Buruh Mogok Kerja, Management Buka Lowongan Baru. 300 Orang Buruh PT. Dinito Jaya Sakti Terancam PHK Sepihak.

Buruh PT. Dinito Jaya Sakti.
Vnn.co.id, Kabupaten Bogor — Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, aktifitas karyawan dan perusahaan kembali seperti biasa dengan bekerja, beroperasi memenuhi pesanan customer dimasing-masing bidang dan menjalankan berbagai aktifitas harian lainnya.

Lain hal nya dengan karyawan (Buruh) PT. Dinito Karya Sakti yang melakukan aksi mogok kerja sejak Senin, (10/06/2019) di halaman perusahaan, Jl. Raya Narogong, KM. 53, Blok. C 6-7-8, Desa Kembang Kuning, Kec. Klapanunggal, Kab. Bogor. Jawa Barat.
Sejumlah Buruh Aksi Mogok Kerja.
PT. Dinito Karya Sakti yang bergerak dibidang Plastic Manufacturing Industri, yang bekerja sama dengan perusahaan sekelas Pertamina untuk kemasan Oli dan lainnya tersebut pernah ditutup pada tahun 2015 karena tidak ada izin operasi yang ada hanya gudang.

Sementara PT tersebut memang punya Kantor Pusat di Ibukota, yang beralamat di Jalan Kapuk Kayu Besar, Nomor 23. Cengkareng, Jakarta Barat.
Menuntut Gaji Ideal.
Ditemui di lokasi oleh awak media, buruh yang aksi hari ini sekitar 200 orang yang gaji bulan Mei di potong kisarannya variatif dan perusahaan tidak akan membayar gaji selama libur lebaran.

Salah satu buruh yang ada di lokasi menyampaikan.
"Sebelumnya kita disuruh tanda tangan kontrak, padahal kita kerja sudah diatas 4 tahun, bahkan ada yang belasan tahun, kenapa kita masih di kontrak. Setelah kita tidak mau tanda tangan kontrak, eh malah gaji bulan Mei mau lebaran dikurangin" Terangnya.

Ditempat yang sama, buruh yang sebelumnya mogok kerja itu malah di takuti dengan pemberhentian sepihak oleh perusahaan dan rumor terdengar adanya dugaan perusahaan bekerja sama dengan oknum Organisasi Kepemudaan setempat untuk membuka lowongan kerja besar-besaran , penerimaan sekitar 300 orang karyawan baru.
Buruh Menuntut Hak BPJS.
Alih-alih memperbaiki management, perusahaan malah membuka lowongan baru untuk mengganti ratusan buruh yang menuntut hak-hak nya dari mulai gaji, BPJS, maupun pengangkatan status menjadi karyawan.

Dugaan penyimpangan tersebut dilaporkan oleh teman-teman buruh tanpa melalui serikat pekerja, karena Ketua Serikat sendiri sudah diberhentikan oleh Perusahaan.

Perusahaan yang tidak memasang papan nama atau plang di depan pabrik nya ini memiliki karyawan sekitar 500 orang lebih untuk cabang di Klapanunggal.

Sampai berita ini diterbitkan, awak media belum bisa menemui management.

Jurnalis: ASK
Editor: IP

No comments