Kini Pukul :

Muhammad Muhaimin Preman Pensiun Yang Peduli Pengembangan SDM Yang Lebih Baik

Muhammad Muhaimin Alias Bang Rengga.
Vnn.co.id, Kabupaten Tangerang - Muhamad Muhaimin yang akrab disapa Bang Rengga merupakan salah satu tokoh pemuda yang peduli pengembangan  Sumber Daya  Manusia (SDM) di Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang dengan bertujuan menjadikan Tangerang yang lebih baik.

Dirinya putra kelahiran Desa Pagedangan yang telah banyak makan asam garamnya kehidupan dan terpanggil untuk berbuat kepada lingkungannya, sebagian orang ada yang beranggapan bahwa Bang Rangga orang aneh dan tidak disukai, karena sebelumnya kehidupan beliau boleh dibilang sampah masyarakat.

Hidup dalam dunia premanisme membuatnya dikucilkan ditengah masyarakat dan mendekati kehidupan senjanya beliau inginkan menjalani hidup yang sesungguhnya sehingga berfikir bagaimana caranya agar bermanfaat bagi orang lain dan lebih mentaatkan diri kepada sang maha kuasa.

Dengan bekal pengalaman hidup ini lah beliau bersyukur masih diberikan oleh sang maha kuasa yakni nikmat sehat dan panjang umur, hal ini menjadikan Bang Rengga selalu optimis menjalani kehidupan ini, beliau percaya akan roda kehidupan pasti berputar, selagi beliau diberi sehat alangkah ruginya klau tidak membawa manfaat bagi orang lain, beliau menjaga keharmonisan kehidupan didunia dan mencari berkah  untuk bekal kehidupan diakhirat nanti.

Saat ditemui awak Vnn.co.id disediakan kamis 14/3/2019 bang Rengga mengungkapkan pengalaman tentang kehidupan "saya mah dah kenyang hidup perih" namun saya punya prinsip kelak anak dan cucu jangan sampai mengalami kehidupan susah dan perih seperti saya alami, begitupun jg saudara, teman dan sahabat saya harus tetap optimis menjalani kehidupan didunia, tekuni apa saja sesuai dengan keahlian yang dimiliki, tetaplah berusaha dan berdoa, pesan beliau dengan nada penuh semangat.

Lebih lanjut Bang Rengga mengatakan kehidupan kita ini diibaratkan sebuah perjalanan terkadang jalan yang akan kita lalu tak selamanya mulus dan datar, banyak kerikil - kerikil tajam dan terjal, berkelok-kelok dan menanjak, namun harus kita jalani penuh dengan kesabaran dan yang terpenting harus yakin sampai tujuan serta mampu mencapai apa yang kita harapkan tutup beliau dengan penuh optimis.

Jurnalis: SAB
Editor: IP

No comments