Kini Pukul :

Dansektor 21 Kaji Ulang Limbah Cair Pabrik PMTI

Kolonel Inf Yosef Sudrajat
Vnn.co.id , Kab Bandung — Sektor 21 Satgas Citarum Harum,Rabu(20/12) melakukan Sidak pengkajian ulang limbah cair milik pabrik Mulya Terang Indah ( PMTI) di jalan Raya Rancaekek - Majalaya No. 200 kecamatan Solokanjeruk kabupaten Bandung.

Pabrik PMTI milik Mr Mulyawan, sebelumnya 2 minggu kebelakang, telah di cor lubang saluran limbah cairnya oleh Satgas Citarum Harum sektor 21 Subsektor 17 karena kedapatan membuang limbah cair,di duga tanpa melalui proses yang baik.

Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yosef Sudrajat di dampingi Serka Agus selaku DanSubsektor 17 bersama Prajurit Kodam III Siliwangi  yang bertugas selaku Satgas Citarum Harum, melakukan pengecekan ulang auotlet milik perusahaan PMTI yang bergerak di bidang WJLtepat pukul 10:30 WIB, dan hasilnya masih belum memuaskan dimana limbah cair masih berwarna bening.

Menyikapi hal tersebut Mulyawan pemilik Pabrik PMTI di dampingi Asep selaku stap Manager membuat kesepakatan surat pernyataan di hadapan Dansektor 21 untuk segera membenahi limbah cair di perusahaannya dan berjanji akan mendukung program Citarum Harum.

Ironisnya mengkaji beberapa bulan kebelakang Pabrik PMTI Pusat di Majalaya saat di kunjungi Mayjen Besar Harto Karyawan yang menjabat Pangdam III Siliwangi sebelum di gantikan Pangdam yang baru, di nyatakan baik dan bisa di jadikan percontohan dalam pengolahan Limbah cair di mana Ipal-nya memenuhi standar baku mutu.

Melihat kejadian tersebut di atas Muksin warga solokan jeruk merasa heran, Ada Dagelan Sinetron apa dengan Pabrik PMTI yang telah bermain api dengan Satgas Citarum Harum," ucapnya saat di minta tanggapan terkaiit gelar Sidak Satgas Citarum Sektor 21.

Ditempat yang sama Kolonel If Yusef saat melakukan konprensi Pers-nya menjelaskan," Kami Satgas Citarum Harum sektor 21 melakukan Sidak ke pabrik PMTI milik Mr Mulyawan yang bergerak di bidang pertenunan, dimana kurang lebih 9 bulan kami masih setia bersama rekan wartawan melaksanakan giat program Citarum Harum," ucapnya.

Pada hari ini, kami melakukan kaji ulang Sidak atau melihat secara nyata limbah cair Pabrik PMTI di kecamatan Solokanjeruk dimana setiap harinya memproduksi 30 ribu Yar kain ,( Gray) dan yang dikeluarkan limbah cairnya itu 500 kubik yang dilakukan tiap hari, namun limbah cairnya tidak semua di buang ke luar atau ke sungai karena pabrik ini telah melakukan Risaikel kurang lebih 50 persen dimana limbah cairnya di pakai lagi untuk produksi sehingga bisa dikeluarkan limbah cairnya kurang lebih 200 atau 250 kubik per hari, yang di buang ke luar atau areal.umum" jelasnya.

Kemudian yang di buang ke areal umum itulah yang menjadi perhatian Satgas 21, selama limbah cair tidak di buang ke areal umum maka itu menjadi tanggungjawab pihak perusahaan, dan bukan tanggugjawab kami selaku Satgas Citarum Harum. karena sudah jelas dalam Perpres no 15 tahun 2018 yang dikeluarkan Presiden pada bulan Maret memerintahkan TNI Kodam III Siliwangi untuk segera merehabilitasi sungai Citarum yang sudah tercemar Limbah pabrik dan Sampah serta kotoran manusia dan Hewan," ungkapnya.

Lalu kami di perintahkan untuk mengembalikan Ekosistem DAS Citarum yang di sebut salah satu sungai terkotor di Dunia," tegasnya.

Selanjutnya untuk memastikan pabrik PMTI  apakah limbah cairnya sudah di benahi apa belum,Kami Sidak lakukan lagi, dimana sebelumnya pabrik ini telah di beri sangsi dengan cara di  Cor lubang saluran limbah cairnya oleh Satgas Sektor 21 Subsektor 17 karena  membuang limbah cair tidak sesuai harapan, di mana air yang di buang ke Sungai berwarna bening dan kurang baik.

Lanjut Yusef,Alhamdulilah sekarang masyarakat sudah bisa merasakan lagi air sungai Citarum sudah bersih dan pihak pengusaha sudah mulai sadar,sehingga masyarakat sudah mulau menggeliat lagi,khususnya petani bisa bercocok tanam lagi dengan baik terutama di sektor 21,"

Sementara Mulyawan, mengakui kesalahan atas kelalaian petugas Ipal-nya,namun demikian selama 2 minggu ini,Saya melakukan perbaikan dan hasilnya limbah cairnya sekarang berangsur baik," tuturnya.

Jurnalis: Arbim
Editor: RMD

No comments