36 Rumah Terdampak, Warga Dusun Lengo Butuh Selimut dan Pangan
Berdasarkan laporan lapangan relawan Garuda Cakra Indonesia (GCI) per 16 September 2026, sedikitnya 36 rumah warga terdampak, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang hingga berat.
Kebutuhan warga saat ini menjadi perhatian karena sejumlah bantuan yang telah masuk belum sepenuhnya menjangkau seluruh keluarga terdampak.
Selimut dan Tikar Menjadi Kebutuhan Mendesak
Relawan GCI melaporkan bantuan terpal sudah tersedia, namun jumlahnya belum merata bagi seluruh warga yang membutuhkan.
Sementara itu, selimut dan tikar atau alas tidur dilaporkan belum tersedia. Kondisi tersebut menjadi persoalan penting karena wilayah Dusun Lengo berada di kawasan pegunungan dengan suhu yang relatif dingin.
Selain kebutuhan tempat berlindung dan perlengkapan tidur, persediaan bahan makanan pokok juga disebut masih sangat minim dan belum mencukupi kebutuhan seluruh keluarga terdampak.
“Selimut, tikar dan bahan pangan menjadi kebutuhan yang paling mendesak saat ini,” demikian laporan kondisi lapangan yang diterima dari relawan GCI.
Akses Komunikasi Masih Terbatas
Situasi di wilayah terdampak juga menghadapi kendala komunikasi. Listrik dilaporkan sering terputus, sementara jaringan seluler terbatas dan tidak stabil.
Untuk mendukung komunikasi di lapangan, relawan mencantumkan frekuensi 439.825 MHz serta nomor kontak 088279127655.
Sementara untuk dukungan logistik, posko pendukung berada di Kampung Kaper, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, dekat Labuan Bajo. Lokasi tersebut ditandai dengan dua rumah adat Mbaru Gendang dan dikoordinasikan oleh Pras.
Rangkaian Aktivitas Gempa di Manggarai
Kondisi tersebut berlangsung di tengah rangkaian aktivitas gempa yang masih terjadi di wilayah Manggarai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan M4,7 pada 16 September 2026 pukul 01.26 WIB, dengan pusat gempa berada di laut sekitar 48 kilometer utara Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 6 kilometer. Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Kabupaten Manggarai.
Sebelumnya, BMKG juga mencatat gempa M5,2 pada 8 September 2026 yang guncangannya dirasakan hingga Reok dan Reok Barat. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026.
Dengan kondisi tersebut, kebutuhan warga di Dusun Lengo masih memerlukan perhatian, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Seruan Bantuan
Garuda Cakra Indonesia mengajak masyarakat, organisasi sosial, lembaga kemanusiaan, pemerintah, serta para donatur untuk membantu warga terdampak.
Kebutuhan yang diprioritaskan:
Selimut
Tikar atau alas tidur
Bahan makanan pokok
Terpal tambahan bagi warga yang belum mendapatkannya
Bantuan diharapkan dapat disalurkan secara terkoordinasi agar menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Catatan: Data 36 rumah terdampak dan kondisi ketersediaan bantuan merupakan laporan sementara relawan GCI di lapangan dan masih dalam proses pendataan lebih rinci.
Red






