BREAKING NEWS
HUT RI 2026 KONSULTASI ADVOKAT IKLAN JIBRIL 2026 HUT RI 2023 VNNCOID

Gaza Palestina Masih Krisis Kemanusiaan, Zionis Israel Masih Serang Anak-Anak dan Wanita

Zionis Israel Serang Gaza Palestina


Vnn.co.id, Palestina - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa warga sipil di Jalur Gaza masih menghadapi serangan militer Israel yang berlangsung secara intens. Gempuran artileri, tembakan senjata api, hingga serangan angkatan laut terus mengancam keselamatan masyarakat di tengah krisis kemanusiaan yang belum mereda.


Data Anak-Anak PBB (UNICEF) pada Kamis (6/8/2026) melaporkan sedikitnya 300 anak tewas dalam 300 hari terakhir sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Angka tersebut berarti rata-rata satu anak kehilangan nyawa setiap hari.


"Di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan, anak-anak masih hidup di tempat pengungsian yang kelebihan kapasitas dengan akses terbatas terhadap air bersih dan layanan kesehatan. PBB bersama mitra kemanusiaan terus berupaya meningkatkan penyaluran bantuan," ujar Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).


Dalam sepekan terakhir, mitra kemanusiaan yang bergerak di sektor perlindungan anak telah mendistribusikan lebih dari 800 paket kebersihan, lengkap dengan wadah air dan deterjen, kepada 50 keluarga pengungsi, termasuk anak-anak dan para pengasuh. Selain itu, OCHA juga menyalurkan 300 kartu identitas anak serta 500 buku tulis.


Tak hanya itu, sepanjang bulan lalu, bantuan tunai, perangkat bantu, alat bantu jalan, popok, kasur medis, hingga layanan rehabilitasi diberikan kepada lebih dari 500 anak penyandang disabilitas di Gaza.

Anak-anak Palestina Gaza Antri Pembagian Jatah Makanan.


Dalam upaya menangani kekerasan berbasis gender, OCHA menyebut mitra kemanusiaan telah membuka ruang aman baru di Kegubernuran Gaza Utara. Fasilitas tersebut menjadi tempat yang aman dan terjaga kerahasiaannya bagi perempuan dan anak perempuan untuk memperoleh dukungan psikososial serta berbagi pengalaman.


Saat ini, sekitar 8.400 perempuan dan anak perempuan mengikuti berbagai kegiatan di 85 ruang aman yang beroperasi setiap pekan di seluruh Gaza. Namun, organisasi kemanusiaan menegaskan bahwa perluasan layanan tersebut membutuhkan tambahan pendanaan serta jaminan akses yang aman ke seluruh wilayah.


Sementara itu, situasi di Tepi Barat juga dilaporkan memburuk. OCHA menyebut sekelompok pemukim Israel membakar sejumlah rumah milik warga Palestina di komunitas Tuba, kawasan Masafer Yatta, Hebron, pada Rabu (5/8) malam waktu setempat.


Akibat insiden tersebut, tiga keluarga yang terdiri atas 14 anak terpaksa mengungsi dan berlindung di rumah kerabat maupun tetangga. Beberapa warga, termasuk dua anak, mengalami luka-luka. Selain rumah, sistem tenaga surya, sekitar 10 ton pakan ternak, serta berbagai harta benda lainnya turut.


Redaksi: Antara Riau

close