BREAKING NEWS
IKLAN QURBAN 2026 HUT RI 2023 VNNCOID

Mengawal Kedaulatan Ekonomi Rakyat: APPSI Kabupaten Bekasi Siap Transformasikan Pasar Tradisional

Pelantikan DPD APPSI Kab. Bekasi

Cikarang Pusat, VNN.CO.ID – Guna memperkuat eksistensi ekonomi kerakyatan di tengah gempuran ritel modern, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Kabupaten Bekasi sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Senin, 22 Juni 2026.

Bertempat di LenPremier Hotel, Kota Deltamas, forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat daerah ini dihadiri oleh seluruh pengurus komisariat APPSI dari berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Bekasi. Menyongsong era baru, Musda kali ini mengusung tema strategis: "Penguatan Pasar Tradisional untuk Transformasi Kedaulatan Ekonomi Rakyat."

Agenda ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Provinsi Jawa Barat, H. Nandang Sudrajat, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Drs. Endin Syamsudin, M.Si., yang mewakili unsur pemerintah daerah.


Tiga Pilar Transformasi APPSI: Tertib, Digital, dan Aman

Dalam pidato pasca-terpilih, Ketua DPD APPSI Kabupaten Bekasi, Hasby Asidiki, menekankan bahwa transformasi pasar tradisional bukan lagi sebuah pilihan, melainkan urgensi. Sesuai dengan tema besar yang diusung, Hasby merumuskan tiga langkah konkret yang akan dijalankan oleh kepengurusan baru:

1. Penyelarasan dan Penataan Fisik:

APPSI mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk melakukan penertiban dan revitalisasi pasar secara merata, mengambil contoh seperti penataan Pasar Cikarang. Tujuannya agar pasar tradisional bertransformasi menjadi ruang belanja yang indah, bersih, dan tertib, sehingga memiliki daya saing tinggi menghadapi gempuran pasar modern.

2. Akselerasi Digitalisasi & Pembiayaan:

Sebagai langkah nyata modernisasi, APPSI telah menjalin kolaborasi strategis dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kemitraan perbankan ini dirancang untuk mempermudah akses modal bagi para pedagang sekaligus mengedukasi sistem pembayaran digital yang efisien.

3. Mitigasi Risiko Kebakaran:

Belajar dari berbagai insiden klasik di pasar, APPSI berkoordinasi aktif dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk merancang sistem proteksi dini. Fokus utamanya adalah pengadaan dan standardisasi instalasi sarana pencegahan kebakaran di area pasar tradisional.


Respons Pemerintah: Regulasi Zonasi Ritel Modern

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs. Endin Syamsudin, M.Si., menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kolaborasi yang konstruktif demi melindungi hajat hidup para pedagang kecil.

"Pemerintah daerah siap menyiapkan regulasi yang diperlukan. Kami berkomitmen untuk mengkaji kembali tata ruang dagang, termasuk memperketat aturan radius jarak pembatasan (zonasi) antara minimarket modern dengan pasar tradisional agar ekosistem usaha tetap sehat dan berkeadilan," ujar Sekda dalam arahannya.

Melalui sinergi kokoh antara regulasi pemerintah, pendampingan APPSI, dan dukungan sektor perbankan, Musda 2026 ini diharapkan menjadi batu pijakan utama agar pasar tradisional di Kabupaten Bekasi tidak sekadar bertahan, tetapi tumbuh menjadi pilar utama kedaulatan ekonomi daerah.


Rep: DI

Red: JA

close