Ekspedisi Siliwangi Ksatria Perkasa Indonesia Emas Bentangkan Bendera 77 M Di Puncak Gunung Agung -->

Ekspedisi Siliwangi Ksatria Perkasa Indonesia Emas Bentangkan Bendera 77 M Di Puncak Gunung Agung

, 8/18/2022 05:54:00 PM

Pengibaran Bendera di Gunung Agung, Bali.

Vnn.co.id, Kabupaten Karangasem - Dalam rangka Peringatan detik detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 77, Tim Ekspedisi Siliwangi Ksatria Perkasa Indonesia Emas (SKPIE)  “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 77 meter di Puncak Gunung Agung dengan ketinggian 3.031 mdpl beserta Pengibaran Panji Panji Organisasi pada 17 Agustus 2022.

Salah satu sejarah Gunung Agung yang pernah menghebohkan dunia yaitu pada tahun 1963 pada saat gunung tersebut memuntahkan laharnya dan sempat membuat suhu bumi menurun meningkat. Erupsi tersebut membawa lava pijar dan kolam api yang mencapai ketinggian 10 km di atas kawah.


Akibat dari letusan Gunung Agung pada tahun 1963, banyak korban yang berjatuhan total 1.444 orang dengan 1.148 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka-luka. Selain itu, abu dari letusan tersebar ke arah barat dan menutupi bandara di Jawa Timur hingga hujan abu halus mencapai Jakarta.


Usai Pembetangan Bendera Merah Putih  di Puncak Gunung Agung, dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Gunung Agung oleh Ketua Tim SKPIE, Edison didampingi Ketua Yayasan Ugrasena Membangun Dharma Putra,


Darma Putra menyampaikan maksud dari Deklarasi tersebut yakni kita bertekad menjaga keutuhan NKRI melalui konsep Tri Hita Karana. Secara leksikal Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan. (Tri = tiga, Hita = sejahtera, Karana = penyebab).


Dimana Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhannya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya.


Darma berharap dengan menerapkan Tri Hita Karana secara mantap, kreatif dan dinamis akan terwujudlah kehidupan harmonis yang meliputi pembangunan manusia seutuhnya yang astiti bakti terhadap Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada kelestarian lingkungan serta rukun dan damai dengan sesamanya.


Sementara itu, Edison yg juga Pimpinan Siliwangi News memberikan apresiasi kepada keluarga Besar Gugus Kebangsaan Provinsi Bali atas terlaksananya kegiatan ini khususnya kepada Manajemen MPB , dan keluarga besar IKA Menwa Seroja Timor  Timur  Wilayah Bali, Korps Menwa, dan juga Direktur Persaudaraan shifu KungFu Nusantara Mat Sifu dan Tim pemandu.


Gugus Kebangsaan ini diinisiasi oleh 4 Organisasi yakni DHD Angkatan 45 Provinsi Bali, Korps Menwa Indonesia Provinsi Bali, Monumen Perjuangan Bangsal, Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila, yang mana hingga saat ini telah terhimpun 36 elemen baik dari organisasi maupun wirausaha.



Pada kesempatan tersebut, Kasmen Korps Ugracena Mumtazah Mardliyah, S.Ked merasa bangga bisa ikut terlibat dalam momen bersejarah ini. Kegiatan ini untuk mengenang jasa-jasa pahlawan bangsa dan menyampaikan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan negara bukanlah hadiah dari bangsa lain atau didapatkan dengan mudah melainkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.


Kegiatan ini disimbolkan dengan perjalanan penuh tantangan menuju puncak gunung untuk dapat membentangkan sang merah putih di puncak tertinggi di Bali. Mumtazah berharap jiwa dan semangat kebangsaan tumbuh dalam diri generasi muda dalam kegiatan ini.


Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian dalam rangka memeriahkan peringatan 77 Tahun Puncak Pertemuan Rahasia Bawah Tanah Perang Kemerdekaan RI di Kawasan Monumen Perjuangan Bangsal, HUT Ke 58 Menwa Ugracena, dan HUT ke 4 Media Atnews.


Sebelum Pendakian Sekretaris Gugus Kebangsaan Provinsi Bali Bagus Ngurah Rai yang juga Manajemen MPB memimpin doa bersama seluruh tim ekspedisi SKPIE di Puragai Redang. Nampak hadir Sekum Korps Menwa Indonesia Prov Bali Dharma Putra, ketua Korps Menwa Badung Putu Krisna ,Kasmen Mumtazah, Danyon Menwa Ugrasena A-901/MJ Unud. Sekar Langit, Pengurus KMI Bali, Bambang W dan Bunda Kusumawati Sumantra dan Dayu Sribakti beserta relawan.


Akses jalan warga menuju Jalur Pendakian Gunung Agung, tepatnya di Banjar Puragai, Desa Pempatan, Kec. Rendang, Karangsem kondisinya memprihatinkan.


Jalanan membahayakan pengendara lantaran masih berkrikil, belum diaspal pemerintah. Team Ekspedisi berahap, semoga Pemerintah segera memperhatikan karena jalan ini merupakan salah satu jalur naik ke puncak Gunung Agung.


Selanjutnya Tim Ekspedisi SKPIE akan melanjutkan pendakian di Gunung Rinjani Lombok 22 Agustus mendatang.


Sumber: MM/Dede/Kris/JPCH

TerPopuler

close