Waspadalah, Kerja Tambang Emas Di Daratan Kalbar Bakal Jadi Tumbal Kena Razia -->

Waspadalah, Kerja Tambang Emas Di Daratan Kalbar Bakal Jadi Tumbal Kena Razia

, 1/10/2022 05:36:00 PM


Vnn.co.id, Pontianak - Setelah kelompok Kerja Tambang Emas yang beroperasi di jalur sungai Kapuas Kalimantan Barat banyak yang menepi ke pantai alias berhenti beroperasi, hal ini merupakan tanda kewaspadaan bagi kelompok kerja tambang emas di jalur darat. Hal ini disampaikan oleh mantan pekerja kelompok kerja tambang emas ilegal yang enggan namanya di publikasi (senin, 10-01.2022) saat ia bertemu wartawan vnn.co.id biro Kalbar.


"Jika kelompok kerja tambang emas di jalur sungai sudah ada yang menepi ke pantai, itu tanda bahaya bagi kelompok kerja tambang emas yang ada di jalur darat, " ungkapnya.


Ia mengatakan bahwa hal ini sudah terbaca dari beberapa kejadian tahun - tahun yang lalu. " Biasanya yang jadi tumbal tertangkap razia tambang emas ilegal adalah kelompok kerja jalur darat, " ujarnya.


Selain itu, ia juga mengingatkan agar kelompok pekerja tambang emas ilegal untuk segera menghentikan aktifitas kerja iegal yang merusak lingkungan baik di jalur sungai maupun di jalur darat dengan alasan apapun. " Saya sudah jera, kena tangkap saat razia PETI. Kerja PETI itu kan merusak lingkungan, lebih baik beralih profesi ke bidang pekerjaan yang legal, " ajaknya.


Ia menambahkan modal dan biaya kerja yang besar dengan resiko kerja yang tinggi, membuatnya harus meninggalkan pekerjaan yang selalu kucing - kucingan dengan aparat penegak hukum tersebut. " Tak Tenang saya dulu waktu masih kerja tambang emas ilegal. Tiap minggu selalu datang orang - orang minta uang informasi, uang tancap, uang mingguan dan uang liar lainnya. Kadang modal bos belum kembali, udah kena razia, " kenangnya.


Dikatakan pula untuk modal dan biaya kerja tambang emas ilegal berkisar antara 50 sampai dengan ratusan juta rupiah per set alat kerja." Itu belum termasuk biaya uang tancap, uang informasi, uang keamanan dan beli BBM untuk kerja setiap hari, " terangnya pula.*



Peliput : Tim investigasi wartawan vnn.co.id

TerPopuler

close