Kini Pukul :

Tuduh SBY Kudeta Anas Urbaningrum, Jhoni Allen Dipecat dari Partai Demokrat

 

Jhoni Allen Marbun, Anggota DPR fraksi Demokrat.

Vnn.co.id, Jakarta – Jhoni Allen Marbun, Anggota DPR fraksi Demokrat itu menuduh SBY melakukan kudeta terhadap eks Ketum Anas Urbaningrum.

Hal itu disampaikannya dalam video berdurasi 9 menit 25 detik, yang menyebut SBY bukanlah salah satu pendiri Partai Demokrat (PD) sebab baru bergabung saat PD lolosverifikasi Pemilu 2004. “SBY bergabung dengan Partai Demokrat setelah lolos verifikasi KPU dengan memasukkan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai salah satu wakil ketua umum,” kata Jhoni.

Lalu, ia menyinggung kudeta yang pernah terjadi di Partai Demokrat, ketika Anas Urbaningrum tersandung masalah hukum di KPK.

"Saudara-saudaraku kader Partai Demokrat di seluruh Tanah Air. Siapakah orang yang pernah mengkudeta Partai Demokrat? Mari kita buka fakta sejarah. Pada saat Anas Urbaningrum terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat secara demokratis pada kongres kedua di Bandung tahun 2010, dalam perjalanannya Anas Urbaningrum tersandung masalah hukum namun belum status tersangka," lanjutnya.

“SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan juga Presiden Republik Indonesia mengambil kekuasaan Ketua Umum Anas Urbaningrum dengan cara membentuk presidium di mana ketuanya SBY, Wakil Ketua Anas Urbaningrum yang tidak memiliki fungsi lagi dalam menjalankan roda Partai Demokrat sebagai ketua umum. Inilah kudeta yang pernah terjadi di Partai Demokrat," imbuhnya.

Ketua Bappilu PD Andi Arief angkat suara atas tuduhan yang dilontarkan Jhoni Allen Marbun. Ia menuturkan bahwa justru PD melindungi Anas karena pada saat itu Anas belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Sejarah Partai Demokrat justru melindungi Anas. Permintaan DPD DPC agar Anas dimunaslub justru haknya dilindungi oleh majelis tinggi waktu itu, karena Anas baru diterpa masalah dan belum menjadi tersangka,” tutur Andi Arief, Senin (1/3/21).

Andi Arief juga mengatakan, penyelamatan Anas Urbaningrum dari jabatan ketua umum saat itu bukan kudeta. Jadi tidak perlu mendengar kebohongan Jhoni Allen itu.

“Majelis tinggi itu wakil ketuanya adalah ketum terpilih, jadi mana mungkin ketum mengkudeta dirinya sendiri. AD/ART Demokrat menyatakan demikian,” imbuhnya.

Alasan Anas Urbaningrum jadi wakil ketua majelis tinggi, menurut Andi Arief semata-mata demi melindungi Anas. Agar bersama ketua majelis tinggi dilindungi hak dan kedaulatannya karena dipilih di kongres. Pemegang mandat kongres mendapat harus mendapat perlindungan. Tidak gampang diturunkan. Itulah semangat AD/ART. Dalam kasus Anas, meski tuntutan munaslub besar waktu itu dan elektabilitas partai terus merosot, namun Anas tetap dalam perlindungan haknya dalam partai. Sampai akhirnya partai sulit melindungi karena tersangka korupsi.

Jhoni Allen Marbun pun dipecat dari Partai Demokrat sebab tindakan penuduhannya terhadap SBY.

Red: Mega