Kini Pukul :

Terima Laporan Terkait Isu Money Politics Jelang Pilkada Depok, Ketua Bawaslu Depok: Kita Telusuri Dulu Ya

Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Berlini
Sumber: Liputan6.com

Vnn.co.id, Kota Depok - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok angkat bicara soal masuknya laporan terkait dugaan adanya politik uang atau money politics menjelang Pilkada Kota Depok. 

Melansir Liputan6.com, Bawaslu Kota Depok saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut atas laporan tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini menuturkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan tentang adanya money politics tersebut dari masyarakat.

"Akan menelusuri apakah cuma uang doang, atau ada hal lain seperti sembako. Itu kan harus dikembangkan dulu, dilihat lagi," kata Luli pada Jumat (11/12/2020) seperti dikutip dari Liputan6.com.

Luli menjelaskan bahwa kisaran jumlah uang yang diduga diberikan oleh salah satu pendukung Paslon, berdasarkan laporan dari masyarakat, adalah hanya sebesar Rp 30.000,00 per amplop dan paling banyak diberikan di sekitar wilayah Kecamatan Sawangan.

Luli berpendapat bahwa pemberian amplop sebesar Rp30.000,00 itu sangatlah kecil. Akan tetapi, dia percaya bahwa tidak menutup kemungkinan kalau nominal isi dari amplop yang sebenarnya bisa saja lebih besar dari laporan yang diberikan masyarakat. Oleh karena itu, Luli menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan penelusuran.

"Kita telusuri dulu ya, ada laporan dan kita menduga itu money politics, ada dugaan asas praduga tak bersalah keluar dulu," pungkas Luli.

Sumber: Liputan6.com
Penulis: Erika