Kini Pukul :

Ekonomi Terpuruk, Ini Kata Eks Menko Kemaritiman Rizal Ramli

Riza, Ramli (Foto: Wikipedia).

Vnn.co.id, Surabaya - Keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak lepas dari faktor pada jajaran kabinet Indonesia Maju. Hal ini membuat pencapaian ekonomi Indonesia tahun 2020 jauh dari kata berhasil. Sebagaimana diungkap oleh Rizal Ramli, Ekonom Senior itu memandang kesemrawutan kebijakan fiskal terutama di bawah komando Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menko Ekuin era Pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menyoroti kebijakan pertamanya berupa utang. Ia menganggap bahwa Sri Mulyani memberikan keuntungan kepada kreditor dengan membuat bunga yang cukup tinggi.

"Misalnya, di bank ada yang pinjam kredit (bunga) pinjamannya 15 persen. Para pengusaha datang ajukan kredit, mereka negosiasi jangan 15 persen tapi 12-13 persen. Tapi ada satu negara yang datang mau bayar bunga 17-18 persen, 2 persen lebih mahal dari pasar selama 10 tahun," ujarnya dalam pernyataan tertulis sebagaimana dilansir bangsaonline.com, Senin (27/12/20).

Kebijakan seperti itu, menurtunya, tidak dilakukan di negara tetangga Indonesia, seperti Singapura hingga Jepang dan China.

"Karena enggak ada di seluruh dunia menteri keuangan yang pinjam dengan bunga kemahalan, misalnya Menteri Keuangan Singapura, Jepang, China, kalau pinjam dia tekan semurah mungkin bukan semahal mungkin," lanjutnya.

"Jangan main-main. Perbedaan selisih bunga 2 persen saja selama 10 tahun. Misalnya kita pinjam 10 dolar, 2 persennya itu tambahan bunganya itu sepertiganya. Siapa yang bayar? Rakyat kita?" lugas mantan anggota tim panel bidang ekonomi PBB tersebut.

Tak hanya itu, Rizal Ramli dalam melihat kebijakan Tax ratio atau penerimaan pajak di awal tahun 2020 realisasinya tidak mencapai lebih dari 10 persen, dengan krisis ini penerimaan pajak bakal anjlok lagi. Bahkan bisa 60-65 persen dari target, yang membuat kesulitan cash flow. Ia pun memandang Tax Holiday bagi para pengusaha besar justru membuat cekak penerimaan negara.

"Dia (Sri Mulyani) hanya berani dengan yang kecil-kecil, dan kedua dia pinjam-pinjam makin susah. Makanya  mulai pinjam melalui bilateral," ketus Penasihat Forkom Jurnalis Nahdliyin Jatim itu.

Dari sinilah mantan Menko Kemaritiman periode 2016-2019 itu memprediksi ekonomi Indonesia tahun 2020 masih akan sulit, bahkan lebih buruk dari krisis moneter tahun 1998.

"Makin lama ekonomi makin terjerumus. Jokowi go down bersama dengan kinerja Sri Mulyani dalam kinerja keuangan," tandas Rizal Ramli.

Red: Mega