Kini Pukul :

Diduga Gagal Kontruksi, Septitank MCK dan Torn SDN Karang Bahagia 02 Amburadul

 

SDN Karang Bahagia 02.

Vnn.co.id, Kabupaten Bekasi - Proyek kegiatan MCK yang dibangun oleh rekanan pihak ketiga yang berlokasi di SDN Karang Bahagia 02, Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi yang bersumber dari APBDP Kabupaten Bekasi tahun 2020 melalui Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang. 

Pantauan awak media di lokasi kegiatan, bahwa diduga telah terjadi kegagalan konstruksi. Hal ini terlihat bahwa bak penampung air (torn) dan Septitank yang sudah terpasang di dalam tanah terlihat berantakan atau amburadul. Terkesan bahwa tidak adanya penyesuaian suhu tanah di dalamnya, karena ketika torn dipasang, kurangnya penyesuaian konstruksi kerja untuk pemasangan torn tersebut. 

Proyek Kegiatan MCK dari Dinas Cipta Karya dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi itu dikerjakan oleh PT. Mekar Bangun Berkembang dengan nomor kontrak :602. 2/F 385 - 449 /SPK - PL /DN /2020 dan Nilai Kontrak Rp Rp 198.396.000,-.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN Karang Bahagia 02, Neng Wawak Kusniawati membenarkan adanya pembangunan MCK tersebut.

"Namun, saya melihat pada hari ini adanya torn di tempat tersebut yang sudah terpasang, seperti terlihat mledug, kenapa seperti itu saya juga kurang paham," ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Ketika ditanya papan proyek kegiatan apakah terpasang, dirinya menjawab tidak terpasang. "Harusnya di pasang ya bang," jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Karang Bahagia menyayangkan dengan pekerjaan yang terlihat amburadul yang dikerjakan rekanan Dinas tersebut. Bahkan, dirinya mengatakan bahwa kontraktornya tidak pernah komunikasi dengan Pemerintah Desa Karang Bahagia.

"Saya sama sekali tidak tahu, karena kontraktor tidak pernah ke desa untuk memberi tahu. Padahal, lokasinya tepat dekat desa, tapi begitulah mereka tidak ada permisinya sama Pemerintah Desa," ujarnya.

Dirinya akan segera memanggil kontraktor untuk segera memperbaiki pekerjaannya, agar lebih diutamakan kualitas dan tidak kerja asal-asalan. Karena itu untuk masyarakat dan untuk anak-anak bangsa, jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi.

Rep: Ahim

Editor: Mega