Kini Pukul :

Pungli Di SMPN 01 Cileungsi, Ombudsman Siap Terima Laporan.

Teguh P. Nugroho
Kepala Ombudsman Jakarta Raya.
Vnn.co.id, Kabupaten Bogor — Issue pemungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 01) Cileungsi semakin berkembang di masyarakat.

Dugaan yang ada ialah pihak sekolah meminta biaya sebesar Rp.1,5 juta persiswa untuk biaya perawatan pendingin ruangan (AC) dan biaya lain-lain yang dibebankan kepada semua siswa.

Perbuatan tersebut menjadikan sebagian wali murid yang dalam keadaan tidak memiliki uang terpaksa mesti mencicil biaya tersebut bahkan belum lunas hingga saat ini.

Menyikapi hal itu, Teguh P. Nugroho Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya mengatakan bahwa hal itu sudah bisa di kategorikan maladministrasi.

Menurut Teguh Sekolah tidak boleh menarik pungutan untuk anggaran yang sudah dibiayai oleh pemerintah, karena itu sudah masuk dalam satuan biaya pendidikan.

"Pihak sekolah tidak boleh menarik biaya yang sudah masuk dalam satuan biaya pendidikan, itu sudah di kategorikan maladministrasi" Terangnya kepada awak media.

Lanjut Teguh, "Kalau untuk biaya perawatan AC atau segala macam harus komite yang meminta, itu pun dalam bentuk sumbangan, jadi tidak boleh ditentukan jumlah besarannya dan juga tidak boleh mempengaruhi penilaian pendidikan si anak murid" Tegas Teguh.

Teguh juga siap menerima laporan jika ada ditemukan perihal tersebut di wilayah yang dirinya handle termasuk Jakarta Raya dan Zona Bogor, "Silahkan lapor saja ke kami yah," Pungkas Teguh. 

Sebelumnya di ketahui SMPN 01 Cileungsi menarik biaya sebesar Rp.1,5 juta rupiah untuk Biaya perawatan AC dan lain - lain, hal ini di ketahui ketika ada salah satu orang tua siswa yang merasa keberatan atas pungutan tersebut.

Namun dalam konfirmasi yang sudah dilakukan Kepala Sekolah SMPN 01 tidak mengakui adanya pungutan liar tersebut.

Redaksi
Sumber: Suarabotim

No comments