Kini Pukul :

Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor Kena Puting Beliung, Kota Bogor Kucurkan Bantuan 1,5 M Untuk Korban Bencana.

Salah Satu Lokasi Terkena Dampak
Puting Beliung.
Vnn.co.id, Kabupaten Cianjur — Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ratusan rumah di dua kecamatan rusak akibat puting beliung yang terjadi pada Senin (10/12/18).

Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno di Cianjur mengatakan dampak terbesar terjadi di Kecamatan Karangtengah, di mana angin puting beliung menerjang lima desa yakni Maleber, Bojong, Sukamanah, Sabandar dan Sindangasih.

Desa Sindangasih yang terdampak luas dengan 180 rumah rusak dan dua orang luka ringan, sedangkan di Desa Sukamanah ada 60 rumah rusak serta di Desa Maleber 200 meter lahan pertanian gagal tanam.

Untuk desa lainnya seperti Sabandar dan Bojong hanya beberapa rumah yang terdampak, namun ada rambu dan lampu lalulintas serta tiang jaringan listrik dan telepon yang tertimpa pohon.

Dilansir dari cnnindonesia.
"Terminal Rawabango juga terdampak, beberapa pohon tumbang dan fasilitas terminal rusak termasuk atap kios di area terminal beterbangan," kata Sugeng, Selasa (11/12).
Bencana Puting Beliung Menimpa Warga.
Sementara di Kecamatan Cilaku, sebagian besar rumah warga rusak pada bagian atap di Desa Munjul. Salah satunya di Kampung Genteng sebanyak 25 rumah rusak ringan dan satu pabrik tahu ambruk terkena hantaman angin kencang.
Sedangkan di Desa Ciharashas, pabrik tahu ambruk diterjang angin puting beliung.

Ia menjelaskan dampak puting beliung kemungkinan bertambah karena petugas masih melakukan pendataan di beberapa titik yang dilaporkan mengalami kejadian serupa. Namun saat ini pihaknya sudah melakukan penangnan pasca bencana bersama instansi terkait.

Pemkot Bogor Cairkan Anggaran Rp1,5 M Pemulihan Pascabencana Puting Beliung

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor mencairkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk pemulihan pascabecana angin puting beliung, melalui belanja tidak terduga dan bantuan sosial pada awal pekan ini.

"Sudah dicairkan. Penyalurannya saya minta segera, mungkin besok sudah mulai," kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Bogor, Senin (10/12).

Bima mengatakan dari sekitar Rp5 miliar anggaran belanja tidak terduga (BTT) dan Bansos yang dimiliki Pemkot sudah dicairkan Rp1,5 miliar.

"Selebihnya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan," katanya.

Bima menjelaskan skema penyalurannya akan dilakukan sistem skala prioritas penganggulanan pascabencana puting beliung Bogor, agar warga yang sangat membutuhkan akan didahulukan.

"Anggaran diperuntukkan untuk membantu memperbaiki rumah warga yang rusak dengan menyesuaikan mana yang lebih prioritas," katanya.

Teknis penyalurannya, lanjutnya, aman diatur nanti sama Tim Koordinasi Bencana, lurah dan RT/RW dan dipastikan dalam satu-dua hari setelah uang cair.

Rumah yang terdampak bencana ini tersebar di delapan kelurahan di Kota Bogor. Empat kelurahan terparah adalah Pamoyanan, Batutulis, Cipaku dan Lawanggintung.

"Sembari menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar, akan maksimalkan dulu anggaran yang kami punya," katanya.

Sebelumnya diberitakan Pemkot Bogor sudah mengajukan surat permohonan bantuan kepada Gubernur Ridwan Kamil sebesar Rp15 miliar untuk membantu pemulihan pascabencana.
IKLAN CALEG.
"Kami juga mobilisasi dukungan warga, karena banyak warga yang ingin bantu," katanya. Bima mengatakan, bagi warga yang ingin berpartisipasi bisa melakukan transfer ke rekening BNI 0647581910 atas nama Dinas Sosial Kota Bogor atau bisa langsung ke Posko Terpadu di ex PT IMMI Cipaku.

"Ini penggalangan dana yang resmi, di luar ini kami tidak bisa bertanggung jawab ke mana uang tersebut mengalir," kata Bima soal penggalangan dana untuk menanggulangi pasca bencana puting beliung Bogor tersebut.

Redaksi

No comments