BREAKING NEWS
IKLAN JIBRIL 2026 IKLAN QURBAN 2026 HUT RI 2023 VNNCOID

Gas Melon 3Kg Akan Diganti CNG Merah Putih Pabrikan Cina. Ini Presentasi Menteri Bahlil

Rencana Pemerintah Ganti Tabung Gas 3 Kg Melon dengan CNG Merah Putih Pabrikan Cina Jerman.

Vnn.co.id, Jakarta - Pemerintah secara resmi memperkenalkan pengganti tabung gas melon 3 kilogram (kg) yang selama ini menjadi andalan masyarakat.


Produk bernama CNG Merah Putih ini mulai disosialisasikan kepada pelaku usaha dan pemangku kepentingan di sektor energi.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempresentasikan langsung tabung CNG Merah Putih yang memiliki kapasitas 3,8 meter kubik, setara dengan 3 kg LPG.


Tabung ini terdiri dari tiga komponen utama: tabung, casing, dan valve penurun tekanan otomatis.


Adapun, komponen tabung dan casing diproduksi di China, sementara valve penurun tekanan otomatis didatangkan dari Jerman. Seluruh proses perakitan dilakukan di China.


Program Substitusi LPG Subsidi


Kementerian ESDM menyiapkan CNG 3 kg ini sebagai langkah substitusi bertahap terhadap tabung LPG bersubsidi. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus menekan beban subsidi negara.


Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun peta jalan (roadmap) implementasi CNG. Menurutnya, penggunaan LPG selama ini membebani negara melalui dua sisi sekaligus.


“LPG selain harga harus disubsidi, kita harus beli, impor. Jadi ada dua beban, subsidi dan impor, ada devisa yang harus kita keluarkan,” ujar Laode dalam diskusi yang diselenggarakan Aspebindo dan APLNCGI pada Selasa (5/5/2026).


Target Distribusi Tahun Ini


Pemerintah menargetkan tahap distribusi CNG Merah Putih dapat dimulai secara bertahap pada tahun 2026. Implementasi akan difokuskan di kota-kota besar di Pulau Jawa terlebih dahulu.


“Siapkan tabung dan distribusi harus matching (selaras),” imbuh Laode.


Data menunjukkan Indonesia mengimpor lebih dari 80% kebutuhan LPG nasional setiap tahunnya, dengan volume mencapai 6,5 hingga 7 juta metrik ton.


Kondisi ini memaksa pemerintah menggelontorkan devisa hingga US$ 5 miliar dan menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp 80 triliun per tahun untuk menutupi subsidi LPG 3 kg.


Source: mevin.id

Redaksi

close