Kini Pukul :

Cileungsi Banjir!! Achmad Fathoni Sampaikan Harus Ada Penanganan Komprehensif

Vnn.co.id, Kabupaten Bogor - Hujan yang turun dengan intensitas tinggi sejak Kamis (18/2/2021) kembali mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Cileungsi.

Mendapat laporan banjir yang menggenangi beberapa perumahan dan wilayah di itu, Achmad Fathoni menyampaikan bahwa sudah semestinya ada penanganan secara komprehensif agar kejadian ini tidak menjadi rutinitas tahunan.

Dilansir dari Bogorupdate.id, Achmad Fathoni mengatakan,“Yang saya maksud secara komprehensif yaitu mulai dari penataan jaringan drainase, evaluasi area resapan termasuk setu dan juga integrasi saluran antar perumahan dan antara perumahan dan perkampungan.”

Menurut Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor ini, penanganan harus dilakukan bersama secara lintas desa dan wilayah. Karena mencakup banyak desa di kecamatan tersebut.

“Paling tidak, mesti ada diskusi bersama Desa Cileungsi, Cileungsi Kidul, Cipenjo, Pasir Angin dan Limus Nunggal, bersama para pengembang, serta dinas terkait, baik PUPR maupun DPKPP,” tambahnya.

Pihaknya merasa perlu melibatkan pihak pengembang sebagai wujud pertanggungjawaban atas daerah yang mereka kelola.

“Hal ini juga saya sampaikan saat bertemu dengan Kades di saat reses, serta Perwakilan warga Perumahan Villa Duta dan Pondok Damai, yang berkunjung ke rumah beberapa waktu lalu,” lanjut Fathoni.

Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk coba menginisiasi forum diskusi bersama beberapa pihak, sehingga akan ditemukan solusi yang komprehensif.

“Sekarang sedang ada pengerjaan ruas Tol Cimanggis-Cibitung yang melewati Desa Pasir Angin, dan wilayah lainnya. Ada yang bisa diusulkan ke pengelola proyeknya agar dibuat sodetan dari area saluran permukiman ke Sungai Cileungsi melalui sisi jalur tol yang kebetulan ada di bawah permukaan tanah,” jelasnya.

Meskipun demikian, ia menganggap hal ini butuh keseriusan semua pihak agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Ini baru ide dan pandangan awal saya. Semua harus didiskusikan dan dikaji secara lengkap & teknisnya,” pungkasnya.


Red : Anita