Kini Pukul :

Masuk Dunia Perfilman, Dimensi Grup Angkat Kisah Cinta, Budaya Dan Mistis Banten Tahun 1835.

Tim produksi Film Nyai Geulis, serius garap shooting direncanakan Minggu ke 2 bulan April 2020, Surapati Core, Kamis (2/04/2020)

Vnn.co.id, Bandung - Dimensi Grup, yang dipimpin oleh, Zhovena, S.T., kini merambah ke Dunia Perfilman, sekarang lagi merilis cerita kisah nyata, yang beraroma mistis, budaya sunda, sejarah dan cinta lingkungan, yang diangkat dari Daerah Banten pada Tahun 1835 silam. 

Sejarah yang terjadi di tatar sunda ini, menarik perhatian seorang anak muda (Fitri J. Hanifah) yang memiliki hobby kreator film, sehingga serius untuk diangkat menjadi film layar lebar, bertujuan untuk mengenalkan kepada anak muda, bahwa kisah seperti ini pernah teralami bahkan sampai saat ini pun masih dijadikan kekuatan batin di Daerah Banten yang tidak pernah lekam di jiwa masyarakatnya. 

Dikatakan Vivi (panggilan akrab Fitri J. Hanifah), kisah sejarah yang terjadi pada ratusan tahun kebelakang ini, masih melekat di masyarakat Banten tepatnya di Pandeglang, mereka memanggilnya Nyai Geulis, yang masih ada kehadirannya di tengah tengah Masyarakat Banten, walaupun Nyai Geulis hidup pada Tahun 1838 yang lalu.

Aspirasi dari Vivi bahwa kisah Nyai Geulis harus diangkat di layar lebar (Dunia Perfilman), merupakan pemikiran yang matang, "karena sosok Nyai Geulis menurut sejarah di Provinsi Banten, merupakan prilaku yang harus ditiru, bahwa pemajuan Budaya Sunda tercermin di diri Nyai Geulis, yang akan diangkat ceritanya di Film kami" kata Vivi. 

Sumber: 60menit.com
Pemajuan Budaya Sunda harus sudah mulai digalakan, bahkan harus sudah menerap pada jatidiri orang sunda, jangan sampai tergerus oleh budaya asing yang tidak jelas tata kramanya. 

Ditambah Vivi, "Kita harus sesegera mungkin menerapkan budaya asli sunda pada generasi penerus, sebagai orang sunda ingin sekali merasakan budaya asli itu terasa di tatar sunda, utamanya prilaku dan tatakrama dari kaum milineal saat ini sudah mengurang, bahkan banyak mencerminkan bukan orang sunda, dari mulai hormat tilawah, tata titi pangarti yang semua harus bisa menyelamatkan lingkungan". Jelasnya. 

Peran pemerintah harus sudah mulai, namun tidak bisa berjalan dengan sendirinya, "disinilah kita yang mencintai seni dan budaya sunda harus bisa bersinergi dengan pemerintah, untuk mengangkat kembali budaya yang kita cintai, mudah mudahan dengan tayangnya Film Nyai Geulis bisa meraih dan mengedukasi jiwa para kaum milineal sundanis, dan sesuai dengan sebuah jargon Ikuti Jamanmu Jangan Tinggalkan Budayamu" tutur Vivi.

Sumber: 60menit.com
Rencana yang dirilis oleh tim Dimensi Grup dalam pembuatan Film ini, sudah mencapai 70% untuk shoting, saat inipun sedang melakukan meeting dengan agenda, Menentukan Pemain, Menentukan Crew, Sama Time line, Rencana mulai syuting, Next pembuatan surat perijinan, Surat kerjasama dan Share Proposal.

"Survay tempat sudah kami laksanakan, begitupun budgetnya, tinggal pematangan buat crew, talent dan artisnya yang saat ini kami bahas, sedangkan rencana shoting Insha Alloh minggu depan kami mulai jalan" imbuh Vivi. 

Meeting dihadiri oleh, Fitri Hanifa, Alana, Bayu Ramdhani, Josephin, Mamah Neha, Dheni dan Hanny, semua itu merupakan tim yang akan memroduksi film  Nyai Grulis. 

Jurnalis: Josephin
Editor: IP

No comments