Kini Pukul :

PT. Huaxing Industri, Limusnunggal Cileungsi Bogor Kembali di SIDAK Setelah SIDAK Menteri Hanif Dakhiri

Kendaraan Labour Inspector (Pengawas Ketenagakerjaan).
vnn.co.id, Kabupaten Bogor - Perusahaan yang bergerak dibidang logam PT. Huaxing Industri yang berada di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor kembali di Inspeksi mendadak (Sidak) oleh instansi yang membidangi ketenagakerjaan. Setelah sebelumnya di Sidak oleh Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri terkait banyaknya pekerja yang berasal dari negeri Cina yang bekerja sebagai operator mesin bukan ahli.'

Sidak kembali dijalankan oleh Labour Inspector (Pengawas Ketenagakerjaan). Sebuah Badan/Lembaga khusus yang membidangi pengawasan ketenagakerjaan sesuai peraturan perindustrian dan perdagangan internasional. Labour Inspector bertanggungjawab langsung kepada pemerintah pusat yang disahkan peraturannya pada 25 Juli 2003 oleh Presiden.
Petugas Pengawas Ketenagakerjaan.
Labour Inspector memeriksa semua sisi didalam PT. Huaxing Industri pada Senin, (27/8/2018), kedatangan mereka bermula dari adanya laporan sejumlah karyawan yang merasakan minimnya fasilitas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Sejak tanggal 1 Agustus hingga tanggal 25 Agustus 2018 terdapat 31 orang pekerja yang terkena kecelakaan kerja. Jumlah yang signifikan tersebut karena minimnya sarana dan prasarana keselamatan kerja, seperti sarung tangan yang terbuat dari bahan kain biasa (Bukan Kulit) sementara pekerjaan memegang besi panas sehingga banyak karyawan yang tangan, lengan hingga badan terkena cipratan cairan besi panas yang memerah.
Petugas Mengambil Gambar Titik Rawan Kecelakaan Kerja.
Bertaruh dengan nyawa hal biasa bagi karyawan PT. Huaxing Industri karena setiap kali mereka lakukan aksi demonstrasi untuk kesejahteraan selalu saja perusahaan membuat alibi, meskipun tuntutan di tanda tangani namun tidak terbukti realisasi.

Pengawas Ketenagakerjaan yang datang pada siang hari tadi berjumlah 9 orang, mereka mengambil gambar dan memeriksa lokasi titik rawan kecelakaan kerja.
Hal itu disampaikan salah satu pekerja kepada awak vnn.co.id.
Suasana Perusahaan Saat Kedatangan Tim Pengawas.
"Mereka (Labour Inspector) berjumlah 9 orang, sebetulnya saya ingin menyampaikan kalau karyawan didalam itu untuk makan saja tidak di sediakan tempat makan atau kantin, setiap makan kita cari posisi masing-masing, kadang dekat tempat sampah atau dekat tumpukan besi. Berbeda dengan karyawan cina yang tempat makannya saja bersih" Ungkap salah satu karyawan yang enggan menyebutkan namanya.

PT. Huaxing Industri diduga kuat telah menyalahi perizinan, pasalnya didepan gerbang perusahaan tidak terdapat Plang atau petunjuk yang menjelaskan bahwa itu perusahaan.

Jurnalis: IP

No comments