Peringatan Maulid Nabi di Kecamatan Mustikajaya Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Bekal Akhirat
Dalam tausiyahnya, Ustaz Adit mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, kehidupan di dunia harus diisi dengan amal, kebaikan, serta perbuatan yang memberikan manfaat bagi sesama sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
“Hidup bukan hanya mengejar dunia, tetapi juga bagaimana keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Apa yang kita lakukan bersama, kebaikan yang kita kerjakan, dan manfaat yang kita berikan kepada sesama akan menjadi bekal bagi kita di akhirat.”
Ia menekankan bahwa persiapan menuju akhirat harus dilakukan sejak masih hidup di dunia. Salah satu lingkungan penting dalam membangun bekal tersebut adalah keluarga, terutama melalui pendidikan dan pembinaan anak-anak agar tumbuh dalam kebaikan.
Ustaz Adit juga mengajak jamaah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW serta terus memperbaiki kualitas ibadah, khususnya menjaga shalat sebagai kewajiban utama umat Islam.
Menurutnya, berbagai kebutuhan duniawi seperti kendaraan, rumah, pekerjaan, pakaian maupun kebutuhan lainnya merupakan sesuatu yang wajar untuk dipikirkan dan dimiliki. Namun, seluruh kenikmatan tersebut jangan sampai membuat manusia melupakan tujuan akhir kehidupan.
“Kita boleh memiliki motor, mobil, pakaian yang bagus dan berbagai kenikmatan dunia lainnya. Namun, semuanya harus digunakan dengan baik dan tidak membuat kita jauh dari Allah SWT,” pesannya.
Ia kemudian mengajak jamaah menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan mengumpulkan amal dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Camat Mustikajaya: Maulid Harus Menjadi Ruang Silaturahmi
Sementara itu, Camat Mustikajaya, Haji Maka Nahrowi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang dapat melibatkan berbagai unsur masyarakat di tingkat kecamatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja melibatkan para Ketua RW, lurah, aparatur pemerintahan, ustaz, tokoh masyarakat, serta jamaah sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan.
“Kalau Maulid dilaksanakan di tingkat kecamatan, tentu harus dibuat dengan baik dan melibatkan berbagai unsur masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski persiapan kegiatan terbilang mendadak karena sebelumnya direncanakan sebagai pengajian BKMKB, kemudian disepakati untuk sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi.
Komunikasi dengan para ustaz dan tokoh agama pun dilakukan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
BKMKB Didorong Jadi Wadah Kebersamaan
Dalam kesempatan tersebut, Camat Mustikajaya juga menegaskan pentingnya keberadaan BKMKB sebagai wadah silaturahmi masyarakat.
Ia berharap organisasi tersebut tetap berpegang pada prinsip kebersamaan dan tidak diarahkan menjadi ruang kepentingan politik praktis.
“Prinsip utama BKMKB adalah organisasi yang berlandaskan silaturahmi dan bersifat nonpolitik. Yang paling utama adalah membangun persaudaraan dan kebersamaan,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat dari berbagai latar belakang yang tinggal dan menjadi bagian dari Kota Bekasi memiliki kesempatan yang sama untuk membangun komunikasi dan kebersamaan.
Ia juga mendorong agar struktur serta kepengurusan BKMKB di tingkat kecamatan terus diperkuat sehingga dapat menjadi ruang bersama bagi tokoh masyarakat, pemangku wilayah, pengurus lingkungan, organisasi kemasyarakatan dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Majelis Ilmu sebagai Jalan Kebaikan
Dalam tausiyahnya, Ustaz Adit turut mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menghadiri majelis ilmu dan majelis dzikir.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan bukan sekadar aktivitas berkumpul, melainkan bagian dari ikhtiar untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Langkah kaki kita dari rumah menuju tempat majelis ini, insyaallah merupakan langkah menuju kebaikan,” katanya.
Di tengah kesibukan masyarakat dan berbagai persoalan kehidupan, ia mengajak jamaah untuk tetap menyediakan waktu bagi kegiatan yang dapat menguatkan keimanan dan memperbaiki akhlak.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, menjaga ibadah, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Mari kita jadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat. Jangan hanya mengejar apa yang terlihat di dunia, tetapi persiapkan pula apa yang akan kita bawa ketika menghadap Allah SWT.”
(MANSUR)








