Kisah Pilu Janda Tua Di Pangandaran , Hidup Sebatang Kara Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah
Vnn.co.id, Pangandaran ,Sungguh Miris di balik geliat pembangunan desa, masih ada kisah memilukan yang luput dari perhatian. Ma Endeung, seorang janda tua berusia 76 tahun, warga RT 07 RW 04 Blok Cilentah, Dusun Sindangherang, Desa Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat,Selasa 08 September 2026.
Hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan , Ma Endeung tinggal seorang diri di sebuah bangunan tua berukuran hanya 2 x 4 meter , bangunan itu sudah rapuh, tanpa kamar mandi maupun kakus ( wc) , Untuk kebutuhan air, ia terpaksa meminta dari rumah tetangga yang kebetulan kosong.
Yang lebih menyayat hati, setiap kali ingin mandi, Ma Endeung harus menunggu waktu gelap. Saat subuh sebelum terang, atau sore menjelang malam, ia mandi di teras bangunan yang ditempatinya. Hal ini dilakukan demi menjaga rasa malu karena tidak adanya fasilitas kamar mandi yang layak.
Harapan yang Tersisa Meski hidup dalam keterbatasan, Ma Endeung masih menyimpan harapan " Saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa kamar mandi yang layak agar bisa menjalani kehidupan dengan lebih manusiawi , Kalau ada kamar mandi yang layak, saya tidak perlu lagi menunggu gelap untuk mandi. Saya ingin hidup lebih tenang di usia tua " ungkapnya dengan lirih .
Kondisi Ma Endeung membuat warga sekitar merasa prihatin , warga berharap pemerintah desa maupun Pemerintah kabupaten segera turun tangan. Dukungan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah desa.Tanggung Jawab Pemerintah Kasus Ma Endeung mencerminkan masih adanya warga yang belum tersentuh program kesejahteraan.
Pemerintah diharapkan segera melakukan intervensi sosial, baik melalui bantuan langsung maupun pembangunan fasilitas dasar.Program seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni dan penyediaan sanitasi seharusnya menjadi prioritas agar warga lanjut usia seperti Ma Endeung tidak lagi hidup dalam keterpurukan.
Kesimpulan Kisah Ma Endeung adalah potret nyata bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata. Di tengah semangat membangun desa, masih ada warga yang menanti uluran tangan pemerintah. Kepedulian terhadap lansia sebatang kara seperti Ma Endeung bukan hanya soal belas kasih, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial.untuk instansi terkait tolong turun ke lapangan ke lokasi dimana tempat tinggal ma endeung berada
(Tony)





