TERBONGKAR! DAFTAR PENGHUNI LAPAS VVIP CIBINONG: SAMBO, HARVEY MOEIS, SAMPAI EKS WALKOT BEKASI. HARGA KAMAR Rp 5 JUTA/HARI?
Dalam infografis yang viral, beredar 17 nama terpidana kakap yang diduga menempati fasilitas khusus / VVIP:
1. Ferdy Sambo - Eks Kadiv Propam Polri
2. Kuat Ma'ruf - Terpidana kasus Yosua, disebut pindah bersama Sambo
3. Ricky Rizal - Terpidana kasus Yosua, disebut pindah bersama Sambo
4. Harvey Moeis - Terpidana korupsi & TPPU timah
5. Surya Darmadi - Terpidana korupsi penyerobotan hutan & TPPU
6. Aulia Imran Maghribi - Konsultan pajak, penyuap eks pejabat Ditjen Pajak
7.Winoto Kartono Then - Kasus pemalsuan dokumen
8. Rochmadi Saptogiri - Eks auditor BPK
9. Agus Winoto - Eks Aspidum Kejati DKI
10. Andra Yastrialsyah Agussalam - Eks Dirkeu PT Angkasa Pura II
11. Suharto - Penyup Edhy Prabowo
12. Rizal Djalil - Eks anggota BPK
13. I Ketut Suarbawa - Eks pejabat WIKA
14. Elviyanto - Kasus suap bawang putih
15. Rahmat Effendi alias Pepen - Eks Wali Kota Bekasi
16. Suparta - Dirut PT Refined Bangka Tin (RBT)
17. Sontang Coin Manurung - Mantan Kakan BPN
Yang bikin publik makin geram, beredar juga daftar harga sewa kamar ala kos elite:
Harian: Rp 5 - 15 Juta
Mingguan: Rp 30 - 85 Juta
Bulanan: Rp 120 - 300 Juta
Tahunan: Rp 1,2 M - 3 M
Tinggal pilih berdasarkan tipe.
Info ini diklaim dari orang dalam.
KLARIFIKASI KALAPAS: "ITU TEMPAT TINGGAL KARYAWAN"
Menanggapi viralnya foto hunian mewah yang terlihat seperti apartemen dengan salib di dinding, Kepala Bappisus Lapas Cibinong, Aris Marsudiyanto, akhirnya buka suara.
Dalam video klarifikasi yang beredar, Aris menyebut: "Di bilang tempat karyawan seluruh Indonesia" dan menegaskan lokasi di video tersebut adalah tempat tinggal karyawan, bukan sel napi VVIP.
Namun netizen justru merespon dengan meme hidung Pinokio dan komentar: "ngakak gua pak" dan "THIS GUY IS SMOOTH AT MAKING EXCUSES".
Sampai berita ini diturunkan, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham belum merilis hasil investigasi resmi terkait dugaan Lapas VVIP ini.
VNN NOTE : Semua nama di atas masih berstatus DUGAAN yang viral di medsos dan perlu pembuktian resmi dari inspektorat Ditjenpas. VNN tidak menuduh, kami hanya merangkum apa yang beredar.
red






