Tasik Kardi, Destinasi Wisata Warisan Kesultanan Banten, Terbengkalai: Warga Minta Pemkab Serang Segera Bertindak
Danau Tasik Kardi dibangun pada kurun waktu 1570–1580 Masehi, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf, terletak di sebelah tenggara Keraton Surosowan. Selain nilai sejarah, danau ini berfungsi sebagai tempat penampungan air dari Sungai Cibanten yang kemudian mengalirkan air ke sawah-sawah sekitarnya, sekaligus menjadi sumber air bersih bagi keluarga Keraton Surosowan pada masa itu.
Sayangnya, warisan berharga ini kini tampak kurang terawat. Pintu masuk dan papan nama bertuliskan “Destinasi Wisata dan Rekreasi” tidak terpasang rapi, banyak huruf yang hilang sehingga tulisan tidak terbaca sempurna. Warga berharap pemerintah daerah segera memperhatikan agar tempat wisata ini kembali layak dan menarik dikunjungi.
“Harusnya ini ada perhatian dari pemerintah daerah agar tempat wisata ini terlihat menarik lagi,” ujar warga setempat, Haer dan Anis, saat berbincang dengan awak media pada Minggu, 20 September 2026.
Dengan tarif tiket masuk sebesar Rp10.000 per kendaraan bermotor, tempat ini seharusnya ramai pengunjung, terutama saat musim liburan. Namun kenyataannya, Tasik Kardi justru sepi pengunjung.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian agar warisan sejarah Kesultanan Banten ini dapat terjaga, tertata, dan kembali menjadi destinasi wisata yang membanggakan masyarakat Kabupaten Serang.
(Red)






