BREAKING NEWS
IKLAN RAMADHAN 2026 HUT RI 2023 VNNCOID IKLAN BANNER UTAMA

Sering Overthinking Sebelum Tidur? Begini Solusi yang Diajarkan Rasulullah SAW

 


Jakarta, VNN.co.id –Pernahkah kamu sudah rebahan di ranjang, tetapi pikiran justru semakin gaduh? Alih-alih terlelap, rasa cemas malah berpindah dari satu masalah ke masalah lain hingga mata sulit terpejam.

Fenomena ini ternyata cukup umum. Mengutip Kompas.com, sebuah survei Honestdocs pada 2019, setahun sebelum pandemi menemukan bahwa mayoritas masyarakat produktif Indonesia mengalami gangguan tidur.

Dari 2.944 responden yang ikut serta, 68 persen adalah perempuan dan 32 persen laki-laki berusia 18–24 tahun. Hasilnya, lebih dari dua pertiga responden mengaku kurang tidur.

Penyebabnya pun beragam. Berdasarkan laporan yang sama, sekitar 28 persen responden mengaitkan kesulitannya dengan insomnia, stres, hingga depresi.

Padahal, menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan, orang berusia 18–40 tahun seharusnya tidur 7–8 jam per hari.

Seperti diberitakan Kompas.com, kondisi ini makin diperparah di era digital. Banyak orang justru menunda tidur karena terlalu larut menggulir layar media sosial seperti Instagram atau TikTok.

Kisah Sahabat Nabi yang Alami Insomnia

Ternyata, masalah sulit tidur bukan hanya dialami generasi modern. Dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi (w. 676 H), disebutkan sahabat Nabi Muhammad SAW, Zaid bin Tsabit, juga pernah mengeluhkan insomnia.

Berdasarkan riwayat yang dikutip Kompas.com, Zaid bin Tsabit kemudian mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan kesulitannya. Rasulullah lantas mengajarkan doa khusus agar hati tenang sebelum tidur:

اللَّÙ‡ُÙ…َّ غارَتِ النُّجومُ، وهَدأَتِ العُيونُ، وأنت Ø­َÙŠٌّ قيُّومٌ للا تأْØ®ُذُÙƒ سِنةٌ ولا نومٌ، يا Ø­َÙŠُّ يا قيُّومُ، أهْدِئْ Ù„َÙŠْÙ„ِÙŠ، وأنِÙ…ْ عَيني

“Allohumma ghoorotin nujuumu wa hadaatil ‘uyuunu, wa anta hayyun qayyumun laa ta’khudzuka sinatun wa laa namun, yaa hayyu ya qayyum ahdi’ layli, wa anim ‘ainii.”

Artinya: “Ya Allah, bintang gemintang telah meredup, kebanyakan mata telah beristirahat. Sedang Engkau Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Mu. Engkau tidak dilanda oleh kantuk dan tidak pula tidur. Wahai Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus, istirahatkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.”

Menurut riwayat tersebut, setelah membaca doa itu, Zaid bin Tsabit merasakan ketenangan hingga akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.

Tidur Sebagai Ibadah dan Ketenangan Jiwa

Kompas.com menuliskan bahwa kisah ini memberi pelajaran bahwa tidur bukan hanya sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah yang mendatangkan ketenangan jiwa. Rasulullah SAW menekankan pentingnya tidur cukup, bukan hanya demi kesehatan tubuh, melainkan juga untuk memperkuat spiritualitas.

Bagi masyarakat modern yang kerap dihantui overthinking sebelum tidur, doa ini bisa menjadi solusi spiritual untuk menenangkan hati. Tentu, hal itu tetap perlu dibarengi pola hidup sehat agar tubuh dan pikiran semakin seimbang.

close