Menkop Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

VNN.co.id - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop), Budi Arie Setiadi, menyampaikan harapannya agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat berperan aktif di seluruh sektor ekonomi strategis. Ia menginginkan koperasi ini mampu menyaingi koperasi besar di negara lain, serta menjadi kekuatan ekonomi nasional yang berkelas dunia.
Dalam audiensi bersama CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat (Inkur) Suroto dan Regional Director of International Cooperative Alliance (ICA) Balu Iyer pada Jumat (11/7/2025), Budi mencontohkan koperasi pertanian di Jepang, Japanese Agriculture Zen-noh, yang memiliki aset enam kali lebih besar dibandingkan Honda. Ia juga menyebut Amerika Serikat yang berhasil membentuk koperasi listrik yang menjangkau seluruh negara bagian.
“Bagaimana agar koperasi dapat bekerja di semua sektor ekonomi strategis seperti di negara lain, serta menjadikan koperasi sebagai kekuatan hingga berkelas dunia,” ujar Budi.
Ia juga mengungkapkan keinginannya agar Kopdes Merah Putih meniru kesuksesan Koperasi Konsumen NTUC Fair Price di Singapura yang menguasai 62 persen pasar ritel, serta koperasi susu Amul di India yang dimiliki oleh jutaan peternak sapi dan menjadi perusahaan susu terbesar di negara tersebut.
“Saya berharap koperasi tidak lagi menjadi pemain pinggiran, namun menjadi pelaku utama dan menjadi soko guru ekonomi,” jelasnya.
Saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (9/7/2025), Budi memaparkan bahwa terdapat 18 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan terlibat dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. BUMN tersebut berasal dari sektor energi, jasa keuangan, digitalisasi, farmasi, pertanian, perikanan, hingga logistik.
Keterlibatan BUMN dalam pengembangan koperasi ini dilakukan melalui berbagai skema seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pelatihan, distribusi produk, hingga kemitraan usaha.
“Untuk itu kami terus menjalin sinergi konkrit dengan BUMN, sesuai dengan bidang usaha mereka dan gerai koperasi, baik dalam bentuk CSR, pelatihan, distribusi produk, maupun kemitraan usaha,” tutur Budi.
Adapun BUMN yang telah terdata masuk dalam kemitraan Kopdes Merah Putih antara lain: PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk (Persero), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Indofarma Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Biofarma (Persero), Holding BUMN Pangan (ID FOOD), Holding Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Pupuk Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Perikanan Indonesia, PT Pos Indonesia (Persero), Nindya, dan PT Pelindo (Persero).
Budi memastikan, Kementerian Koperasi terus mendorong Kopdes Merah Putih agar dapat terkoneksi dalam ekosistem bisnis nasional. “Kami dorong agar koperasi tidak berjalan sendiri, tapi terkoneksi dengan ekosistem bisnis nasional. Ini ada beberapa BUMN yang terlibat, dari mulai PLN, Pertamina, Pos, Himbara, farmasi, perikanan, dan Telkom untuk digitalisasi, perbankan (Himbara) untuk jasa keuangan,” jelasnya.
Hingga Rabu pagi (11/7/2025), sebanyak 80.560 desa dan kelurahan telah membentuk Kopdes Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 77.120 unit sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) Badan Hukum.
“Per pagi ini terdapat 80.560 desa dan kelurahan yang telah terbentuk melalui forum musyawarah desa/kelurahan khusus, di mana sebagian besar provinsi sudah mencapai 100 persen,” ujar Budi.
Program Kopdes Merah Putih, menurut Budi, bukan hanya sekadar program formal, melainkan gerakan ekonomi nasional yang mengangkat kekuatan dari bawah, berbasis kearifan lokal, nilai gotong-royong, dan solidaritas sosial.***


