Kini Pukul :

Bupati Lebak: Siapa Yang Tidak Miris Bahkan Sangat Mungkin Marah Melihat Sampah Berserakan Di Berbagai Fasilitas Umum

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.
Vnn.co.id, Kabupaten Lebak — Iti Octavia Jayabaya, Bupati Lebak Provinsi Banten, mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan.

Sebab, perilaku masyarakat di Lebak soal kebersihan masih minim.

Terlebih perilaku jorok itu terjadi di fasilitas publik. Ironis, kata Iti, perilaku tak terpuji itu dilakukan oleh oknum orang berpendidikan atau kaum intelektual.

Dilansir dari Bantennews.co.id,
“Seringkali, bahkan saban hari kita bisa menemukan dan melihat perilaku buruk kita, perilaku buruk itu bisa kita jumpai, bukan hanya pada kalangan masyarakat yang kurang atau tidak berpendidikan, tetapi banyak kasus yang dilakukan oleh orang-orang yang kita sebut sebagai kaum intelektual, Sebagai orang yang disebut berpendidikan (educated), mungkin dengan mudah kita akan mengatakan perilaku buruk membuang sampah itu adalah perilaku orang-orang yang latar pendidikan dan ekonomi yang rendah. Bahkan banyak kalangan-kalangan orang hebat yang berpendidikan sudah sangat tinggi pun selama ini banyak yang masih berperilaku buruk dalam menangani sampah,” tulis Iti lewat akun Instagram resminya dalam tulisan yang berjudul *Membangun Bangsa Beradab dan Berahlakul Karimah dengan Buang Sampah Pada Tempatnya* yang dikutip BantenNews.co.id, Minggu (16/6/2019).

Dia mengaku miris dan marah dengan kondisi tersebut. Sebab, banyak sampah berserakan di berbagai fasilitas umum.

“Siapa yang tidak miris bahkan sangat mungkin marah melihat sampah berserakan di berbagai fasilitas umum.
Gerbong Commuter line yang penuh sampah dan Alun-alun Rangkasbitung yang kumuh dan kotor karena sampah dan memenuhi tiap penjuru, kiranya cukup mewakili kondisi di berbagai fasilitas dan ruang publik paling tidak seminggu ini,” tandasnya.

Dia menuturkan bahwq fasilitas umum merupakan fasilitas publik sebagai wahana interaksi sesama yang harusnya tidak saja penuh dengan suasana kegembiraan di dalamnya, namun juga harus didukung lingkungannya yang nyaman, bersih dan menyehatkan.

“Seindah apapun sebuah fasilitas publik diadakan dan dibangun, apabila kita semua tidak “aware” dan memiliki “sense of belonging” maka hanya akan menjelma menjadi “monumen ego”. Simbol dari kemasabodohan, rupa dari ketamakan dan wujud dari sifat individualistis nan tidak peduli pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk tanggungjawab moral baik bagi diri dan orang lain (lingkungannya),” paparnya.

“Sudahlah, kita tidak akan pernah kemana-mana ketika kita hanya bisa saling menyalahkan. Saatnya kita mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari hari ini, mari kita tunjukan kecintaan kita akan kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas umum layaknya kita menjaga apa yang menjadi miliki kita.
Kami Pemerintah tentu saja akan menjadi pihak yang paling bertanggungjawab dalam soal kebersihan dan menjaga,” imbuhnya. 

Redaksi.
Sumber: Bantennews.co.id