Kini Pukul :

Menolak Dicumbu Pacar dan Minta Putus, Gadis Ini Ditikam Senjata Tajam Hingga 4 Kali.

Winda Agnesia Korban Penusukan Akibat Tidak Mau Dicumbu Sang Pacar.
vnn.co.id, Kendari - Malangnya nasib Seorang gadis di Anduonuhu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang mengalami penusukan sebanyak empat kali oleh pacarnya lantaran tidak mau disentuh sang pacar, pada Senin, (10/9/2018).

Video yang diunggah akun facebook Muhammad Ismail (Ote) menjadi viral dan mendapatkan berbagai komentar dari warganet.

Dalam Video tersebut akun Muhammad Ismail menjelaskan kalau gadis tersebut ditusuk dengan senjata tajam karena tidak mau dipegang-pegang atau disentuh, korban meminta putus pada pacarnya dengan alasan tidak mau berbuat hal senonoh itu.

Diduga pelaku tidak menerima, sang pelaku yang juga pacar korban menikam pacarnya sebanyak 4 kali.

Seperti yang ditulis akun tersebut.
“Kejadian tadi sore dibagian Andounuhu , korban ditikam 4 kali dibagian pinggang. Korban ditikam gara2 tidak mau disentu2sm pacarx dan langsung minta putus, tp laki2x tidak terima diputuskan dan langsung mengambil pisau dan langsung menikam korban dibagian belakang,” tulisnya.

Diketahui, nama gadis yang menjadi korban penikaman sang pacar bernama Winda Agnesia alumni SMAN 1 Wawatobi.

Informasi tersebut langsung viral di media sosial, dan sejumlah netizen ikut bicara seperti komentar dari akun Ronny Karon Lee "Tusuk jg belakangnya.. Biar dia rasa jg.."

Naila Salsabilla Putri Yasir "Bunuh sja tu yg menikam, gak punya otak,,,
Perempuan tuh di lindungi bukanya di sakiti, kurangajar tu yg menikam bodoh,,,"

Lain dengan akun Nhery Basrun "yaa allah gk ada skli malux nhe laki"nabuset pwa".

Video yang diunggah sekitar pukul 20:00 Waktu setempat itu sudah mendapat komentar 450 Komentar lebih dan sudah dibagikan sebanyak 4,5 ribu kali dengan diputar lebih 164 ribu tayangan.

Kini, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dalam akun Muhammad Ismail juga terdapat video berikutnya yang pelaku sedang dalam mobil untuk dibawa ke Kepolisian dengan kedua tangan diborgol.

Jurnalis: IP

No comments